Letak Astronomis Filipina, Geologis, dan Geografisnya

Filipina merupakan salah satu negara yang berada di kawasan Asia Tenggara dan termasuk negara anggota ASEAN. Secara letak astronomis Filipina, negara ini tidak berada jauh dari wilayah negara Indonesia.

Karena letaknya yang berdekatan inilah, Filipina dan Indonesia memiliki kemiripan dari segi kenampakan alam, iklim, dan budaya. Nah, untuk mengenal lebih jauh mengenai letak Filipina secara astronomis dan geografis, berikut ini ulasan selengkapnya:

Letak Astronomis Filipina

Ketika berbicara mengenai Filipina, mungkin yang terlintas di benak Anda adalah destinasi wisatanya yang terkenal yaitu Pulau Coron dan Boracay. Sama seperti Indonesia, Filipina juga mendapat sebutan negara kepulauan karena memiliki jumlah pulau yang sangat banyak yaitu lebih dari 7.000 pulau.

Jika dilihat dari garis lintang, letak astronomis Filipina berada pada titik 4° LU (Lintang Utara) sampai dengan 21° LU (Lintang Utara). Sementara itu, jika dilihat dari garis bujurnya, letak astronomis Negara Filipina berada pada titik 116° BT (Bujur Timur) sampai dengan 126° BT (Bujur Timur).

Letak Geologis Filipina

Seperti yang sudah dijelaskan sebelumnya, Filipina memiliki ribuan pulau yang membentuk garis pantai yang memanjang dan berliku. Secara keseluruhan, panjang garis pantai yang dibentuk oleh pulau-pulau ini mencapai kurang lebih 23.150 km.

Kepulauan yang ada di Negara Filipina ini dibagi menjadi 3 kelompok yaitu Kepulauan Luzon untuk Region I sampai Region V + NCR dan CAR, Kepulauan Visayas untuk Region VI sampai VIII, dan Kepulauan Mindanao untuk Region IX sampai XIII + RAM.

Selain memiliki banyak pulau, Filipina juga memiliki banyak gunung api yang menjadi rangkaian pegunungan di Sirkum Pasifik. Berikut ini rangkaian pegunungan yang terdapat di Negara Filipina:

  • Pegunungan Cordillera Central berada di bagian barat Pulau Luzon.
  • Pegunungan Sierra Madre berada di bagian timur Pulau Luzon.
  • Gunung Taal (gunung api terendah di dunia) dan Pegunungan Zambales yang terletak di bagian barat daya Filipina.

Karena termasuk dalam Cincin Api Pasifik, Filipina termasuk negara yang cukup rawan mengalami bencana alam. Selain pegunungan, Filipina juga memiliki dataran rendah yang sangat luas dan terbentang di wilayah Mindanao, serta Lembah Sungai Agusan.

Sungai-sungai yang terdapat di kawasan Filipina cenderung memiliki arus yang deras dan pendek. Beberapa sungai yang terdapat di Filipina antara lain Sungai Pasing, Sungai Gagayan, Sungai Pampangan, Sungai Agno, Sungai Mindanao, dan Sungai Agusan.

Letak Geografis Filipina

Secara geografis, letak Filipina berada di kawasan benua Asia tepatnya di Asia Tenggara. Letak Filipina juga dikelilingi oleh wilayah perairan Samudra Pasifik dan Laut Cina Selatan, sehingga tidak memiliki batas daratan secara langsung dengan negara-negara lainnya.

Posisi Negara Filipina ini juga terpisah dengan negara-negara ASEAN lainnya yang berada di Semenanjung Indochina. Berikut ini merupakan batas-batas wilayah negara Filipina di sebelah timur, barat, utara, dan selatan:

  • Wilayah Filipina bagian timur berbatasan dengan perairan Laut Filipina dan Samudra Pasifik.
  • Wilayah Filipina bagian barat berbatasan dengan perairan Laut China Selatan.
  • Wilayah Filipina bagian utara berbatasan dengan perairan Laut China Selatan dan Pulau Formosa (Taiwan).
  • Wilayah Filipina bagian selatan berbatasan dengan perairan Laut Sulawesi.

Pengaruh Letak Astronomis dan Geografis Filipina

Berdasarkan letak astronomis Filipina beserta geologis dan geografisnya, ada beberapa dampak dan pengaruh yang ditimbulkan baik dari segi iklim, keanekaragaman hayati, dan perekonomian masyarakat. Berikut ini pengaruh letak astronomis dan geografis Filipina:

1.   Iklim

Sesuai dengan letak astronomisnya, Filipina memiliki iklim tropis lembab dengan 2 musim yaitu musim kemarau dan musim penghujan yang dipengaruhi oleh angin muson. Suhu udara tertinggi biasanya terjadi pada musim kemarau yaitu pada bulan Maret sampai dengan Juni.

2.   Flora dan Fauna

Karena letak astronomis dan kondisi geologis serta geografisnya, Filipina memiliki keanekaragaman hayati yang variatif baik flora maupun faunanya. Hal inilah yang mendukung kemajuan perekonomian masyarakatnya dalam bidang pertanian, peternakan, industri, dan lain sektor lainnya.

Hutan-hutan di Filipina menjadi penghasil kayu yang beragam untuk kebutuhan industri seperti kayu lapis, panel, furniture, jaringan kabin, finishing interior, dan lain sebagainya. Hasil pertanian negara Filipina juga sangat beragam antara lain padi, jagung, tebu, kelapa, rami Manila, dan lain-lain.

3.   Hasil Tambang

Karena memiliki banyak pulau, Filipina menyimpan potensi alam berupa hasil tambang yang melimpah seperti emas, bijih besi, timah, perak, nikel, seng, kromit, dan tembaga yang banyak dijumpai di pulau Luzon dan Mindanao.

Selain hasil tambang mineral logam, Filipina juga memiliki sumber daya alam mineral bukan logam seperti garam, aspal, marmer, batu kapur untuk semen, gypsum, dan belerang yang terdapat di wilayah Visayas, serat minyak bumi dan gas alam di lepas pantai barat Laut Palawan.

4.   Pariwisata

Selain menyimpan sumber daya alam yang potensial, Filipina sebagai negara kepulauan juga memiliki panorama alam yang bagus. Hal inilah yang menjadi alasan mengapa negara ini banyak dikunjungi oleh wisatawan dari berbagai negara.

Penjelasan mengenai letak astronomis Filipina di atas bisa menjadi referensi bagi Anda untuk lebih mengenal negara tetangga Indonesia yang satu ini. Karena letaknya yang tidak terlalu jauh dengan Indonesia, kondisi geologis dan geografis Filipina memiliki banyak kesamaan dengan Indonesia.

Artikel Terkait :

Letak Astronomis Malaysia
Letak Astronomis Thailand
Letak Astronomis Australia
Letak Astronomis Amerika Serikat
Letak Astronomis Jepang

Leave a Comment