Sumber Daya Alam

Manusia sebagai makhluk Tuhan yang tidak bisa hidup seorang diri, pastilah membutuhkan makhluk lain yang ada di alam sekitarnya. Untuk memenuhi kebutuhan hidupnya, manusia sangat bergantung dengan adanya sumber daya alam (SDA). SDA memiliki banyak komponen yang bisa dimanfaatkan manusia sebagai sumber kehidupannya.

Memanfaatkan SDA memiliki tujuan akhir selain sebagai sumber kehidupan, yakni sebagai langkah manusia untuk mencapai kesejahteraan dalam hidup. Namun, mengeksploitasi SDA secara berlebihan juga bisa berdampak buruk untuk kelangsungan hidup. Untuk itu, manusia harus mengenal bagaimana cara memanfaatkan SDA dengan baik tanpa merugikan lingkungan dan makhluk hidup yang lainnya.

Pengertian Sumber Daya Alam secara Umum dan Menurut Para Ahli

Pengertian-Sumber-Daya-Alam-secara-Umum-dan-Menurut-Para-Ahli

Sumber daya alam dapat didefinisikan sebagai segala sesuatu yang dihasilkan oleh alam dan dapat dimanfaatkan sebagai pemenuh kebutuhan manusia demi keberlangsungan hidupnya. Selain itu, pendapat lain menyebutkan bahwasanya SDA merupakan bahan atau zat yang dapat berupa mineral, hutan, air, serta tanah yang tersedia di alam dan memiliki nilai ekonomi serta manfaat bagi manusia.

Alam yang menjadi tempat tinggal makhluk hidup menyediakan segala sumber kehidupan, utamanya adalah kebutuhan primer manusia untuk bertahan hidup, seperti sandang, pangan, serta papan atau tempat berteduh. Selain kekayaan biotik berupa makhluk hidup, SDA juga mencakup benda-benda tak hidup yang berguna untuk memenuhi kebutuhan, seperti minyak bumi, tanah, dan air.

Selain definisi secara umum yang telah dijelaskan sebelumnya, para ahli juga turut serta menyumbangkan pikirannya mengenai definisi SDA agar bisa dipahami lebih luas. Beberapa ahli yang mendefinisikan SDA menurut bidang keilmuannya, antara lain:

1. J.A. Katili

J.A Katili (1983) merupakan salah satu ahli yang mendefinisikan SDA secara singkat dan mudah dipahami. Ia menyimpulkan bahwa SDA merupakan seluruh tatanan lingkungan biofisik dalam bentuk riil atau berpotensi dapat memenuhi kebutuhan manusia.

2. Soerianegara

Ahli selanjutnya yang menyumbangkan pemikirannya mengenai SDA adalah Soerianegara (1977). Ia memberi pengertian bahwa yang dimaksud dengan SDA adalah unsur-unsur lingkungan alam, yang meliputi unsur fisik maupun unsur hayati yang manusia butuhkan sebagai pemenuh kebutuhan untuk meningkatkan kesejahteraan.

3. Kamus Besar Bahasa Indonesia (KBBI)

KBBI menjabarkan pengertian SDA sebagai seluruh potensi alam yang dapat dikembangkan untuk proses produksi.

4. Valentine Jackson Chapman

Menurut Valentine Jackson Chapman (1969), SDA memiliki pengertian hasil penilaian yang dilakukan oleh manusia mengenai unsur-unsur lingkungan yang menjadi kebutuhannya, yakni jumlah persediaan (stock), cadangan (reserve), serta sumber daya (resources).

5. Water Isard

Water Isard (1972) mengemukakan pendapatnya, bahwa yang dimaksud dengan SDA merupakan keadaan lingkungan serta bahan mentah yang bisa dimanfaatkan oleh manusia untuk memenuhi kebutuhan hidupnya serta mencapai kesejahteraan.

Baca Juga : Sistem Pertanian Terpadu

Macam-Macam Sumber Daya Alam

SDA memiliki beberapa jenis yang dapat dikelompokkan berdasarkan beberapa kategori, antara lain:

1. Jenis SDA Menurut Sumbernya

Menurut sumbernya, SDA dibagi menjadi dua jenis, yakni komponen biotik dan komponen abiotik yang dapat dijabarkan seperti berikut ini.

a. SDA Hayati / Komponen Biotik

SDA-Hayati

Yang disebut dengan SDA hayati adalah sumber daya yang berasal dari komponen makhluk hidup yang ada di bumi (biotik). Yang termasuk dalam komponen biotik adalah hewan, tumbuhan, serta mikroorganisme yang sukar dilihat dengan mata telanjang.

Hewan sebagai komponen biotik memiliki sumber daya yang bisa dimanfaatkan manusia, mulai dari daging hewan itu sendiri hingga telur dan bulunya. Sedangkan tumbuhan disebut sebagai SDA nabati yang menjadi mata rantai makanan, dapat diambil manfaatnya mulai dari oksigen yang dihasilkannya, daun, sayur, kayu, buah, biji, hingga rempah-rempah yang begitu sangat diincar banyak orang.

b. SDA Non Hayati / Komponen Abiotik

SDA-Non-Hayati

SDA non hayati atau komponen abiotik merupakan kebalikan dari SDA hayati, yakni sumber daya yang bersumber dari benda mati yang ada di alam atau unsur-unsur yang tidak memiliki nyawa. Contoh SDA non hayati adalah air, udara, tanah, batu, sinar matahari, bahan tambang, serta mineral yang ada di dalam tanah.

Baca Juga : Definisi Alat Pertanian Modern Beserta Jenis-jenis dan Manfaatnya

2. Jenis SDA Menurut Sifatnya

Selain menurut sumbernya, pembagian jenis SDA juga didasarkan pada sifat yang dimilikinya, yakni dapat diperbaharui atau tidak. Berikut merupakan pengelompokan SDA berdasarkan sifat yang dimilikinya, yakni:

a. SDA yang Dapat Diperbaharui (Renewable)

SDA-yang-Dapat-Diperbaharui

Seperti sebutannya, sumber daya alam yang masuk ke dalam kelompok ini merupakan sumber daya yang mampu diperbaharui. Dengan kata lain, sumber daya tersebut dapat digunakan berkali-kali tanpa batas dengan ketersediaan yang terus mengalami pembaharuan secara otomatis oleh alam.

Meskipun dapat diperbaharui oleh alam secara terus menerus, SDA renewable harus digunakan secara bijaksana. Hal ini ditujukan agar ia tetap lestari dan terus terjaga.

Yang termasuk ke dalam SDA yang dapat diperbaharui, antara lain:

  • Hewan. Hewan dapat mengalami pembaharuan karena ia mampu melakukan reproduksi atau perkembangbiakan. Dengan begitu, ketersediaan sumber daya hewani dapat terus digunakan untuk kebutuhan manusia.
  • Tumbuhan. Seperti halnya dengan hewan, tumbuhan juga mampu melakukan perkembangbiakan, yakni baik melalui pertumbuhan alami maupun melalui proses budidaya pertanian atau perkebunan.
  • Tanah. Tanah merupakan tempat terjadinya kehidupan, yakni sebagai tempat berpijak bagi manusia dan hewan, serta tempat tumbuhnya tumbuhan. Tanah tidak akan habis karena menjadi sumber kehidupan bagi banyak makhluk. Pemanfaatan tanah dapat digunakan untuk pertanian, peternakan, dan yang lainnya.
  • Air. Bagi makhluk hidup air merupakan komponen terpenting yang dibutuhkan untuk bisa bertahan hidup. Tanpa adanya air, makhluk hidup akan mati karena tumbuhan tidak bisa melakukan fotosintesis serta manusia dan hewan tidak bisa minum dan akan mengalami kekeringan tubuh atau dehidrasi.
  • Energi Matahari. Untuk menghasilkan energi dan makanan, tumbuhan memerlukan cahaya matahari dalam proses fotosintesis. Manusia juga memerlukan energi matahari yang dapat digunakan sebagai energi alternatif pembangkit listrik, mengeringkan pakaian, dan yang lainnya.

b. SDA yang Tidak Dapat Diperbaharui (Non Renewable)

SDA-yang-Tidak-Dapat-Diperbaharui

Tidak seperti SDA yang dapat diperbaharui, SDA yang tidak dapat diperbaharui memiliki ketersediaan yang terbatas. Jumlahnya yang terbatas jika dimanfaatkan secara terus menerus, semakin lama akan semakin habis. Untuk membentuknya kembali dibutuhkan waktu yang sangat panjang, sampai berjuta-juta tahun lamanya, seperti batu bara dan minyak bumi.

Beberapa contoh SDA yang tidak dapat diperbaharui, antara lain:

  • Batu Bara. Batu bara terdapat di alam, yang merupakan hasil dari proses pembusukan sisa-sisa tumbuhan menjadi batuan atau fosil. Produk pertambangan yang bisa digunakan sebagai bahan bakar ini terbentuk selama berjuta-juta tahun.
  • Logam. Ketersediaan logam di bumi memiliki jumlah yang terbatas. Logam seperti emas, perak, besi, tembaga, dan yang lainnya dapat dimanfaatkan manusia untuk membuat alat-alat penunjang kehidupan serta sebagai bahan investasi.
  • Minyak Bumi. Untuk mendapatkan minyak bumi, harus dilakukan pengeboran tanah yang cukup dalam untuk menemukan kilang minyak. Minyak ini terbentuk dari jasad renik hewan-hewan yang terkubur dalam tanah selama beribu-ribu tahun. Minyak bumi dapat dimanfaatkan sebagai bahan bakar seperti solar, parafin, bensin, dan sebagainya.

3. Jenis SDA Menurut Kegunaannya

Berdasarkan fungsi kegunaannya, sumber daya alam dibagi menjadi dua jenis, yakni SDA penghasil energi dan SDA untuk bahan baku.

a. SDA Penghasil Energi

SDA-Penghasil-Energi

SDA penghasil energi merupakan semua kekayaan alam yang memiliki potensi dapat menghasilkan energi yang berguna bagi kelangsungan hidup manusia. Yang termasuk dalam SDA jenis ini, antara lain:

  • Gas bumi
  • Air (waduk, bendungan, sungai, dsb.)
  • Angin dan udara
  • Sinar matahari
  • Ombak dan gelombang laut

b. SDA Bahan Baku

SDA-Bahan-Baku

SDA bahan baku didefinisikan sebagai seluruh kekayaan alam yang dapat dimanfaatkan untuk membuat berbagai macam produk atau barang yang memiliki nilai ekonomi. Yang termasuk ke dalam SDA bahan baku, antara lain:

  • Hasil perkebunan
  • Hasil pertambangan
  • Hasil pertanian
  • Hasil hutan

Baca Juga : Pola Aliran Sungai

4. Jenis SDA Menurut Pembentukannya

Melihat dari bagaimana sumber daya tersebut terbentuk, SDA dibagi menjadi empat golongan, yakni SDA materi, SDA energi, SDA ruang, serta SDA waktu.

a. SDA Materi

SDA-Materi

SDA materi dapat dipahami sebagai segala sumber daya yang dihasilkan oleh alam yang dapat diperoleh secara langsung maupun diperoleh dengan cara menambang dan mengolahnya menjadi sesuatu yang bermanfaat bagi kehidupan manusia.

b. SDA Energi

SDA-Energi

SDA energi merupakan sumber daya dari alam yang memiliki kemampuan untuk menghasilkan energi yang bermanfaat bagi manusia. Contoh SDA energi adalah sinar matahari, udara, air, minyak bumi, serta batu bara.

c. SDA Ruang

SDA-Ruang

SDA ruang didefinisikan sebagai sumber daya dari alam yang terbentuk berdasarkan adanya waktu atau musim. Contohnya adalah ketersediaan air pada musim kemarau sangat sedikit, sedangkan pada musim penghujan cenderung melimpah.

Baca Juga : Rantai Makanan di Laut

5. SDA Menurut Daya Pakai dan Nilai Ekonomisnya

Menurut daya pakai dan nilai ekonomisnya, sumber daya alam dibagi menjadi dua, yakni:

a. SDA Non Ekonomis

SDA-Non-Ekonomis

SDA non ekonomis merupakan sumber daya yang dihasilkan oleh alam dan tidak memiliki daya atau nilai jual, namun dapat dimanfaatkan untuk menunjang kehidupan manusia. Hal ini disebabkan karena SDA tersebut dapat diperoleh secara langsung tanpa melalui proses apa pun. Contoh SDA non ekonomis adalah sinar matahari dan udara.

b. SDA Ekonomis

SDA-Ekonomis

Sumber daya dari alam ekonomis merupakan seluruh kekayaan alam yang memiliki nilai atau daya jual, seperti logam mulia, batu bara, minyak bumi, gas bumi, dan yang lainnya.

6. SDA Menurut Lokasinya

Menurut lokasinya, sumber daya dari alam dibagi ke dalam dua kelompok, antara lain:

a. SDA Terrestrial

SDA-Terrestrial

SDA terrestrial merupakan kekayaan alam yang berada di daratan, seperti hasil tambang, kekayaan hutan, dan sebagainya.

b. SDA Akuatik

SDA-Akuatik

Kebalikan dari SDA terrestrial, SDA akuatik merupakan sumber daya dari alam yang hanya terdapat di wilayah perairan. Yang termasuk ke dalam SDA akuatik antara lain ikan, rumput laut, terumbu karang, kepiting, dan masih banyak yang lainnya.

Baca Juga : Ekologi : Pengertian Secara Umum & Ahli, Aspek, Cabang

Aneka Macam Kebutuhan Manusia

Aneka-Macam-Kebutuhan-Manusia

Tujuan dari adanya pemanfaatan sumber daya yang tersedia di alam pada dasarnya adalah mencukupi kebutuhan manusia. Kebutuhan manusia harus dipenuhi atau dicukupi agar manusia bisa hidup sebagaimana mestinya, serta hidup berkecukupan.

Setiap manusia setidaknya memiliki tiga kebutuhan yang dapat dijabarkan sebagai berikut.

1. Kebutuhan Primer

Kebutuhan-Primer

Kebutuhan dasar manusia atau yang disebut dengan istilah kebutuhan primer, merupakan kebutuhan yang mutlak harus terpenuhi. Pemenuhan kebutuhan dasar ini bertujuan agar manusia dapat mencapai hidup sehat serta merasa aman. Yang termasuk ke dalam kebutuhan primer manusia adalah pangan, sandang, papan, serta udara yang bersih.

2. Kebutuhan Sekunder

Kebutuhan-Sekunder

Selain kebutuhan dasar yang harus dipenuhi, manusia juga memiliki kebutuhan pendukung yang dinamakan kebutuhan sekunder. Kebutuhan sekunder diperlukan agar manusia dapat menikmati hidup dengan baik untuk mencapai kehidupan yang sejahtera. Contoh kebutuhan sekunder adalah pendidikan, hiburan, kendaraan, dan sebagainya.

3. Kebutuhan Tersier

Kebutuhan-Tersier

Tidak seperti kebutuhan sebelumnya, kebutuhan tersier tidak wajib dipenuhi oleh setiap manusia. Kebutuhan tersier merupakan kebutuhan yang ditujukan untuk meningkatkan derajat manusia di mata sesamanya, maupun sebagai ajang gengsi. Yang termasuk dalam kebutuhan tersier adalah perhiasan mewah, mobil mewah, dan sebagainya.

Baca Juga : Kode Etik Pecinta Alam dan Sejarahnya

Manfaat Sumber Daya Alam

Manfaat-Sumber-Daya-Alam

Adanya pemanfaatan sumber daya yang tersedia di alam tentu karena sumber daya tersebut memiliki manfaat. Adanya sumber daya dari alam yang sudah disediakan oleh Tuhan, menjadi salah satu yang harus disyukuri setiap manusia. Melalui sumber daya itulah manusia bisa lestari dan kehidupan di alam dapat berlangsung dengan baik dan lancar.

Manfaat tersebut bisa dirasakan secara langsung seketika itu, maupun dirasakan setelah melalui proses pengolahan menjadi sesuatu yang bermanfaat. Beberapa manfaat sumber daya yang tersedia di alam bagi manusia, di antaranya adalah sebagai berikut.

1. Sebagai Sumber Bahan Pangan

Sebagai-Sumber-Bahan-Pangan

Untuk bertahan hidup, manusia memerlukan makanan dan minuman yang akan dijadikan sebagai energi untuk melakukan aktivitas. Adanya SDA seperti daging, sayur, buah, dan air bersih, sangat bermanfaat bagi manusia dalam mencukupi kebutuhan pangannya.

2. Sumber Bahan Bakar dan Energi

Sumber-Bahan-Bakar-dan-Energi

Bahan bakar dan energi yang diperlukan manusia untuk menunjang kelangsungan hidupnya, telah disediakan oleh alam dengan beraneka ragam bentuk. Sumber energi fosil yang tersedia di dalam perut bumi menjadi sumber daya yang begitu penting untuk menjalankan roda aktivitas manusia.

Terdapat juga sumber energi alternatif yang bisa dimanfaatkan, seperti panas bumi, sinar matahari, gelombang laut, angin, dan sebagainya.

3. Pengembangan Ilmu Pengetahuan dan Teknologi (IPTEK)

Pengembangan-Ilmu-Pengetahuan-dan-Teknologi

Dengan adanya sumber daya dari alam yang terus mendukung, manusia bisa mengembangkan pengetahuannya untuk menciptakan kehidupan yang sejahtera. Pengetahuan yang berkembang juga akan berdampak pada terciptanya teknologi yang dapat memudahkan kehidupan manusia.

4. Menjaga Keseimbangan Alam

Menjaga-Keseimbangan-Alam

Adanya sumber daya dari alam yang dimanfaatkan secara bijak, akan menjadikan keseimbangan alam dapat terjaga. Banyaknya sumber daya yang disediakan secara alami bukan berarti manusia bebas mengeksploitasi secara berlebihan, melainkan harus dijaga dan dilakukan dengan benar.

Baca Juga : SIPUHH

Ragam Sumber Daya Alam di Indonesia

Ragam-Sumber-Daya-Alam-di-Indonesia

Indonesia dikenal dunia sebagai negara dengan kekayaan alam yang begitu melimpah. Baik sumber daya yang dapat diperbaharui maupun tidak dapat diperbaharui, Indonesia memilikinya dalam jumlah yang begitu banyak. Tak heran jika banyak negara mengincar negeri ini untuk dijadikan sebagai sumber kekayaan yang bisa dimanfaatkan.

Sejak zaman penjajahan pun, Indonesia sudah menjadi target banyak negara karena kekayaan alamnya yang tidak dimiliki negara lain. Indonesia terkenal dengan rempah-rempahnya yang beraneka ragam, serta kekayaan barang tambangnya, sehingga pantas dijuluki sebagai tanah surga.

Berikut merupakan beberapa contoh kekayaan sumber daya dari alam yang dimiliki Indonesia.

1. Kekayaan Hutan

Kekayaan-Hutan

Hutan di Indonesia didominasi oleh hutan hujan tropis, sesuai dengan iklim tropis yang dimilikinya. Hutan di Indonesia bahkan dijuluki sebagai paru-paru dunia, karena memang memiliki peran penting dalam kehidupan manusia. Selain hutan hujan tropis, Indonesia juga memiliki jenis hutan lain dengan karakteristik masing-masing, seperti hutan bakau, hutan pegunungan, hutan rawa, dan sebagainya.

Selain sebagai sumber oksigen untuk kelangsungan hidup manusia, hutan juga memiliki peranan penting dalam memenuhi kebutuhan hidup manusia melalui kayu yang dihasilkannya. Hutan juga memiliki peran sebagai tata kelola alam untuk keseimbangan ekosistem.

2. Kekayaan Laut

Kekayaan-Laut

Sebagai negara kepulauan, Indonesia tentu memiliki laut-laut dengan sumber daya yang sangat melimpah. Selain lautnya yang banyak, Indonesia juga terletak di wilayah pertemuan dua samudera, yakni Samudera Hindia dan Samudera Pasifik yang menjadikan lautnya kaya akan ekosistem laut.

Bukti kekayaan laut Indonesia sudah ada sejak zaman dahulu, melalui perkataan yang menyebutkan bahwa nenek moyang bangsa Indonesia adalah seorang pelaut. Beberapa contoh kekayaan laut di Indonesia antara lain aneka spesies ikan, terumbu karang, rumput laut, dan masih banyak yang lainnya.

3. Tambang Emas

Tambang-Emas

Indonesia dikenal dengan emasnya yang memiliki kualitas paling baik di dunia. Sudah lama Indonesia menjadi negara yang dimanfaatkan untuk mengeruk barang tambang emas yang begitu melimpah. Salah satu yang terkenal adalah tambang emas Freeport milik Amerika yang ada di Papua. Nantinya, emas ini akan dijadikan sebagai aneka macam perhiasan, seperti kalung, gelang, anting, dan lainnya.

4. Cadangan Gas Alam

Cadangan-Gas-Alam

Selain kekayaan emasnya, cadangan gas alam di Indonesia juga cukup banyak. Beberapa contoh pemanfaatan gas alam di Indonesia ada di Blok Cepu serta Blok Natuna. Gas alam ini tersedia di dalam perut bumi yang nantinya akan menjadi sumber energi ramah lingkungan.

5. Tambang Batubara

Tambang-Batubara

Penghasil batu bara yang utama di Indonesia adalah Sumatera dan Kalimantan. Kedua wilayah ini menjadi penyumbang tambang batu bara Indonesia yang mengantarkannya menjadi negara dengan penghasil batu bara terbesar di dunia.

Saat, ini pihak yang sedang mengelola tambang batu bara di Indonesia adalah perusahaan nasional atau perusahaan dalam negeri, salah satunya adalah PT Bukit Asam.

Baca Juga : Garis Wallace dan Weber

6. Pertanian dan Perkebunan

Pertanian-dan-Perkebunan

Indonesia memiliki tanah-tanah yang subur karena terdapat banyak sekali gunung berapi yang masih aktif. Seperti yang kita tahu bahwa tanah yang subur merupakan faktor penentu keberhasilan kegiatan pertanian dan perkebunan. Dengan adanya fakta bahwa tanah di Indonesia subur, tak heran jika Indonesia memiliki hasil pertanian dan perkebunan yang melimpah dan beraneka ragam.

Beberapa contoh hasil pertanian dan perkebunan di Indonesia antara lain tembakau, pala, rotan, karet, kopi, kakao, dan hasil pertanian yang lainnya.

7. Flora dan Fauna Endemik

Flora-dan-Fauna-Endemik

Wilayah Indonesia yang begitu luas dengan karakteristiknya masing-masing, menghasilkan adanya flora dan fauna yang juga sangat khas di setiap daerah. Beberapa di antara flora dan fauna endemik khas Indonesia bahkan menjadi hewan dan tumbuhan langka yang memiliki jumlah sedikit.

Salah satu fauna langka yang dimiliki Indonesia adalah kadal purba yang disebut dengan komodo. Komodo ini hanya hidup di Pulau Komodo yang menjadi salah satu daya tarik bagi para wisatawan di seluruh penjuru dunia. Pulau Komodo bahkan sudah menjadi salah satu situs warisan dunia yang ditetapkan oleh UNESCO.

Begitu kayanya sumber daya alam yang dimiliki Indonesia, sudah selayaknya bisa dimanfaatkan oleh warga negara secara arif dan bijaksana demi memajukan ilmu pengetahuan dan teknologi. Dengan kemajuan ilmu pengetahuan serta teknologi anak bangsa, akan menjadikan negeri ini sebagai negeri yang makmur dan sejahtera.

Leave a Comment