Inilah Beberapa Pengaruh Letak Astronomis Benua Afrika

Perlu Anda ketahui letak astronomis Benua Afrika ini memiliki banyak pengaruh terhadap lingkungan. Salah satu pengaruh letak astronomis ini adalah perubahan cuaca yang ada di benua tersebut. Bahkan pengaruh letak astronomis ini masih ada banyak lagi dan akan kita bahas di artikel ini.

Sebagai salah satu benua terbesar di dunia, Benua Afrika memiliki berbagai macam ciri khas yang tidak dimiliki benua lainnya. Benua Afrika seringkali disebut juga sebagai benua hitam, sebab mayoritas masyarakat disana memang kulit hitam.

Letak Astronomis Benua Afrika

Salah satu keunikan dari Benua Afrika adalah letak astronomisnya. Mungkin di benua-benua lainnya hanya dilewati setidaknya satu atau dua garis lintang. Hal ini sangat berbeda untuk Benua Afrika, karena benua ini memiliki 3 garis lintang.

Beberapa garis lintang yang dimaksud dalam letak astronomis ini yaitu pertama, garis lintang 0° atau disebut garis khatulistiwa, kemudian garis lintang 23 ½ ° LU atau garis balik utara, dan yang terakhir garis 23 ½ ° LS atau garis balik selatan. Namun, untuk lebih spesifiknya letak astronomis dari benua ini yaitu:

  • Berada di garis lintang 35° LU – 33° LS
  • Berada di garis bujur ± 18° BT – 53° BT

letak astronomis benua amerika

Pengaruh Letak Astronomis Benua Afrika

Letak astronomis suatu benua tentu memiliki berbagai macam pengaruh terhadap benua tersebut. Berikut beberapa dampak atau pengaruh yang terjadi akibat letak astronomis suatu wilayah atau benua:

1.     Iklim yang Terjadi di Benua Afrika

Perlu diketahui di Benua Afrika Anda akan menjumpai beberapa perubahan iklim yang berbeda-beda di setiap wilayahnya. Berikut beberapa perubahan iklim yang terjadi di Benua Afrika karena letak astronomis:

  • Iklim sedang atau juga disebut sub-tropis, iklim ini meliputi wilayah Afrika bagian selatan.
  • Iklim mediterania, iklim ini terjadi di wilayah Afrika bagian ujung utara.
  • Iklim gurun, terjadi di wilayah Afrika bagian barat daya dan bagian utara.
  • Iklim tropis, untuk iklim ini biasanya terjadi di wilayah Afrika bagian barat dan bagian tengah.
  • Iklim pegunungan, iklim ini terjadi di wilayah pegunungan maupun dataran tinggi di Afrika bagian timur dan bagian tengah.

2.     Keanekaragaman Hayati

Karena letak astronomis benua afrika ini dilalui oleh tiga garis lintang, yaitu khatulistiwa, garis balik utara, garis balik selatan. Hal ini tentu mempengaruhi sumber daya hayati di Benua Afrika, diantaranya yaitu sumber daya hayati yang melimpah dan beraneka ragam.

Bagi Anda yang menyukai flora dan fauna, maka di Benua Afrika ini Anda bisa menemukan flora dan fauna yang beraneka ragam. Flora dan fauna yang sangat banyak ini tersebar di setiap wilayah benua Afrika dan masih banyak yang hidup di alam liar.

3.     Ekonomi

Baik itu letak geografis maupun astronomis di suatu wilayah tentu akan mempengaruhi mata pencaharian dan ekonomi wilayah tersebut. Sama halnya di Benua Afrika, di benua ini mayoritas masyarakatnya bekerja di bidang pertanian, perindustrian, dan juga pertambangan.

4.     Zona Waktu

Selain mempengaruhi iklim, sumber daya hayati, dan ekonomi, letak astronomis juga mempengaruhi zona waktu suatu tempat. Di Benua Afrika ini terbagi menjadi beberapa zona waktu yang berbeda dan diantaranya yaitu:

  • Greenwich Mean Time (GMT), dengan perbedaan UTC+0, diterapkan di Negara Ghana, Guinea-Bissau, Mali, Burkina Faso, Senegal, Guinea, Togo, Gambia, Mauritania, Pantai Gading, Liberia, dan Sierra Leone.
  • Central Africa Time (CAT), dengan perbedaan UTC+2, diterapkan di Negara Mesir, Libya, Afrika Selatan, Mozambik, Sudan, Zimbabwe, Rwanda, Namibia, Burundi, Malawi, Zambia, Eswatini, Botswana, Lesotho, dan Republik Demokratik Kongo bagian timur.
  • West Africa Time (WET), dengan perbedaan UTC+1, diterapkan di Negara Aljazair, Nigeria, Maroko, Kamerun, Tunisia, Guinea Khatulistiwa, Republik Afrika Tengah, Gabon, Angola, Republik Kongo, Benin Republik Demokratik Kongo bagian barat, Chad, dan Niger.
  • Mauritius Time (MUT) atau Seychelles Time (SCT), dengan perbedaan UTC+4, diterapkan di Negara Seychelles dan Mauritius.
  • East Africa Time (EAT), dengan perbedaan UTC+3, diterapkan di Negara Somalia, Madagaskar, Ethiopia, Kenya, Uganda, Djibouti, Tanzania, Komoro, Eritrea, Sudan Selatan.
  • Cape Verde Time (CVT), dengan perbedaan UTC-1, diterapkan di Negara Tanjung Verde.

Setiap wilayah atau benua pastinya memiliki letak astronomis yang berbeda-beda. Hal ini tentunya akan berpengaruh terhadap kondisi wilayah atau benua tersebut. Terutama letak astronomis benua afrika yang unik ini sangat berpengaruh terhadap iklim, ekonomi, dan juga zona waktu.

Artikel terkait :

letak astronomis benua eropa

Leave a Comment