Letak Astronomis Myanmar, Geografis dan Keadaan Alamnya

Nama Myanmar baru dikenal sejak tahun 1990 atas hasil kudeta junta militer yang semenjak kemerdekaan 1948 bernama Burma (Birma). Secara garis alam, letak astronomis Myanmar menjadi penentu posisi negara ini secara detail.

Letak astronomis dapat diartikan sebagai letak dari suatu tempat jika dilihat dari garis bujur dan garis lintang. Melalui koordinat yang pasti, mari mencari tahu informasi seputar letak astronomis salah satu negara bagian dari ASEAN ini.

Letak Astronomis Myanmar dan Dampaknya

Jika letak astronomis menggambarkan posisi suatu tempat jika dilihat dari dua garis bujur dan lintang, maka ketahuilah bahwa garis lintang melintang melingkari bumi. Sementara, garis bujur membentuk secara vertikal dan menghubungkan dua kutub antara utara dan selatan.

Garis astronomis juga disebut dengan garis matematis karena menggunakan titik koordinat yang pasti. Berdasarkan pengertian tersebut, maka letak astronomis Myanmar dapat dilukiskan seperti berikut:

  • Secara letak astronomis, dapat digambarkan Myanmar terletak di antara garis lintang 10 LU – 29 LU.
  • Secara letak astronomis, dapat digambarkan Myanmar terletak di antara garis bujur 92 BT – 101 BT.

Letak astronomis dari suatu wilayah bisa dipastikan tidak bisa terlepas dari kedua garis maya, yakni garis lintang dan bujur yang mana secara harfiah seluruh wilayah permukaan bumi mempunyai letak astronomisnya tak terkecuali Myanmar.

Dari adanya letak astronomis Myanmar tersebut, menyebabkan terjadinya perbedaan iklim. Berdasarkan iklim yang dimilikinya, di Myanmar terjadi tiga musim yaitu musim kemarau panas, musim kemarau sejuk, dan musim hujan.

Baca Juga : Letak Astronomis Thailand, Geografis, dan Pengaruhnya

Letak Geografis Myanmar dan Dampaknya

Selain dilihat berdasarkan segi astronomisnya, Myanmar juga dapat digambarkan dari segi geografisnya. Berada di lingkungan negara Asia Tenggara lainnya, Myanmar berada di Teluk Benggala.

Selain itu, Myanmar juga berada di sebelah paling utara yang berbatasan langsung dengan kawasan Asia selatan dan Asia timur. Secara geografis tepatnya, Myanmar berbatasan dengan beberapa negara Asia yang lain seperti penjelasan berikut ini:

  • Bagian selatan batas wilayahnya adalah Laut Andaman.
  • Bagian utara batas wilayahnya adalah RRC (China) dan kawasan otonomi Tibet.
  • Bagian timur batas wilayahnya adalah RRC (China).
  • Bagian barat batas wilayahnya adalah Teluk Benggala.
  • Bagian tenggara batas wilayahnya adalah Thailand serta Laos.
  • Bagian barat daya batas wilayahnya adalah Bangladesh (Divisi Chittagong) dan India (Manipur, Mizoram, Arunachai Pradeh dan Nagaland).

Sama seperti letak astronomisnya, secara tidak langsung keadaan geografis di Negara Myanmar dengan batas-batasnya yang strategis membuatnya cukup diuntungkan. Berikut ini sederet keuntungan dari adanya letak geografis Myanmar:

1. Hasil Tambang Melimpah

Myanmar memiliki ketimpangan pendapatan, karena sebagian besar sumber ekonominya dikuasai oleh kebanyakan penyokong militer. Meski demikian, sebenarnya Myanmar kaya akan hasil tambang seperti giok, minyak bumi, batu permata, mineral, dan gas alam.

2. Kaya akan Hasil Pertanian

Berdasarkan letaknya yang diapit oleh beberapa kawasan pegunungan, Myanmar dianugerahi kondisi tanah subur yang mana sebagian besar penduduknya mengandalkan wilayah tersebut sebagai ladang pencaharian mereka.

Dari kondisi tanah yang begitu subur, para petani di wilayah tersebut memanfaatkan lahan yang ada untuk pertanian dengan hasil yang melimpah, bahkan menjadi komoditi utama untuk ekspor salah satunya adalah pohon karet.

3. Kekayaan Budaya dari Keragaman Multietnis

Dapat dilihat dari kondisi geografis dan batas-batas wilayahnya yang secara langsung dekat dengan negara Asia Tenggara lainnya, Asia Selatan, dan maupun Timur menjadikan Myanmar lebih multietnis.

Negara ini memiliki suku / etnis yang beragam, oleh sebab itulah Myanmar mempunyai kekayaan budaya yang didasari dari keragaman etnis bagi kebanyakan orang yang menempati wilayah negara Myanmar.

4. Negara dengan Iklim Tropis dan Dua Musim

Sama seperti negara tetangganya di Asia Tenggara umumnya, Myanmar beriklim tropis dengan dua musim, kemarau dan hujan. Musim hujan biasanya sering terjadi antara bulan Mei hingga Oktober yang dipengaruhi angin musim barat daya dan membawa serta uap air samudra.

Sementara, musim kemarau sering terjadi pada November sampai dengan April dan dipengaruhi adanya angin kering yang berasal dari arah daratan Cina (Asia).

Baca Juga : Letak Astronomis Malaysia, Geografis, dan Pengaruhnya

Keadaan Alam Myanmar

Wilayah Myanmar yang membentang dari arah utara menuju selatan sebagian besar wilayahnya adalah pegunungan raksasa sulit dilalui. Myanmar membagi wilayahnya menjadi empat yakni pegunungan utara, barat, dataran rendah serta plato.

Wilayah utara Myanmar relatif sempit, kemudian meluas ke bagian tengah lalu menyempit di selatan. Bagian utara adalah Pegunungan Kurmon, tengah berupa dataran rendah, timur dataran tinggi Plato Shan, dan selatan Pegunungan Yoma.

Di Myanmar terdapat Gunung Hkokado Razi sebagai gunung tertinggi Myanmar sekaligus di kawasan Asia Tenggara yang mencapai 5.881 Mdpl. Selain itu, terdapat juga pegunungan lain seperti Yoma, Bago, Rakhine, Perbukitan Shan dan Tenasserim.

Sementara, sungai terpanjangnya bernama sungai Irawadi yang mencapai 2.170 kilometer serta sungai lainnya yaitu sungai Sittaung dan Salween.

Keadaan letak astronomis Myanmar serta geografisnya, memberikan sejumlah dampak yang begitu cukup menguntungkan dan menjadi faktor penentu keadaan alam yang terjadi di wilayah Myanmar.

Artikel Terkait :

Letak Astronomis Filipina, Geologis, dan Geografisnya
Letak Astronomis Vietnam serta Keuntungannya
Letak Astronomis Brunei Darussalam Serta Memahami Kondisi Geologisnya

Leave a Comment