9 Jenis Burung Pemakan Daging Beserta Karakter Paruhnya

Burung merupakan salah satu jenis hewan yang hidup di udara dan jumlahnya sangat banyak. Di antara banyaknya jenis burung di muka bumi, mereka digolongkan ke dalam beberapa kelompok, salah satunya adalah burung pemakan daging.

Kelompok burung tersebut biasanya hidup di alam liar dan jarang dipelihara manusia. Selain makanannya, burung yang memakan daging juga memiliki ciri khusus yang membedakannya dengan burung pemakan madu, biji-bijian, dan lain sebagainya.

Karakter Paruh Burung Pengonsumsi Daging

Burung yang memakan daging tentu saja memerlukan bentuk paruh yang sesuai. Hal inilah yang disebut dengan adaptasi morfologi burung. Bentuk adaptasi morfologi berupa bentuk paruh burung disesuaikan dengan jenis makanannya.

Oleh karena itu burung-burung yang memakan daging tentu memiliki paruh yang berbeda dengan burung yang memakan biji-bijian, pemakan nektar bunga, pemakan ikan, dan pemakan jenis makanan lainnya.

Adapun untuk paruh burung yang memakan daging berbentuk setengah melingkar hingga runcing dan ukurannya pendek. Bentuk paruh semacam ini berfungsi untuk mencabik-cabik mangsa burung agar dagingnya dapat dimakan.

Burung-burung yang memakan daging biasanya mencari mangsanya dari udara maupun yang ada di darat. Beberapa target buruan burung pemangsa di antaranya adalah hewan-hewan kecil seperti kelinci dan ular-ular kecil.

Tak hanya paruh, burung pemangsa juga memiliki cakar yang melengkung dan tajam. Fungsi cakar tersebut di antaranya mencengkram mangsa buruannya, berenang di air, mengais dan mencakar, berpegangan pada dahan, dan memanjat.

Jenis-Jenis Burung Pemakan Daging

  1. Elang Hitam

Burung elang memang dikenal sebagai predator udara yang cukup ganas karena penglihatannya yang sangat tajam. Tajamnya penglihatan elang ini sampai-sampai diabadikan dalam sebuah idiom, yakni ‘bermata elang’ untuk menunjukkan seseorang yang memiliki kejelian dalam melihat.

Elang hitam merupakan salah satu jenis elang yang juga memakan daging-dagingan. Burung ini ukurannya sedang, yakni 70 cm saja, namun ia akan terlihat besar ketika sedang terbang karena sayapnya yang lebar.

Elang hitam biasa terbang di ketinggian 300 – 2000 mdpl dan sangat handal dalam bertarung. Selaras dengan namanya, elang ini berwarna hitam kelam ketika dewasa dan pada ekornya terdapat corak berwarna kecoklatan, serta memiliki corak garis serupa elang brontok di bagian dada saat masih muda,

Sayap elang ini sangat lebar, menjari, dan juga kokoh, ditambah ekor elang yang panjang membuatnya terlihat sangat besar. Untuk menjumpai elang jenis ini, hutan primer, perkebunan, atau desa di pinggiran hutan menjadi tempat yang cocok dikunjungi.

Ia terbang dengan mengeluarkan suara dan aktif di pagi hingga siang hari saat mencari mangsa. Mangsa yang biasa dicarinya antara lain tupai, burung kecil, ayam, tikus, dan binatang berukuran kecil lainnya.

  1. Elang Jawa

Javan Hawk Eagle atau elang jawa merupakan burung elang yang terkenal langka dengan ukuran tubuh mencapai 60 cm. Elang jawa ini dijadikan sebagai lambang negara Indonesia pada masa Orde Baru hingga sekarang, yakni burung garuda.

Meskipun terlihat tampan dan gagah, elang jawa ini rupanya memiliki sifat pengecut dan juga mudah dikalahkan oleh elang dari jenis lainnya. Ia biasa dijumpai di hutan primer maupun sekunder di ketinggian 300 mdpl.

Si Burung Garuda ini merupakan burung endemik Jawa yang memiliki ciri khas berupa sayap yang membulat dan sedikit menekuk ke atas saat soaring. Ekor elang jawa sedikit lebih panjang dari elang brontok dan kepalanya tidak terlalu kecil.

Saat elang ini hinggap, jambul di kepalanya yang khas akan terlihat dengan jelas. Warna tubuhnya dominan cokelat merah dengan warna dada putih bercoret melintang saat dewasa dan cokelat polos saat masih berusia muda.

Ketika terbang, burung ini terlihat anggun karena jarang bersuara dan cenderung pendiam. Mangsa utamanya adalah tikus, tupai, ayam hutan, kadal, dan hewan berukuran kecil lainnya.

  1. Elang Ular

Elang ular merupakan burung pemakan daging yang terbang di semua ketinggian. Ukuran tubuhnya sedang, yakni hanya berkisar 50 cm – 60 cm dan terkenal karena berisik. Elang ini mudah dijumpai di banyak tempat, termasuk perkampungan dengan banyak penduduk di dalamnya.

Sayap elang ular membusur dan membentuk huruf C, membulat, serta terdapat garis tebal putih di bagian tepinya. Ekornya membentuk kipas dan pendek, sedangkan bagian matanya berwarna kuning dan tidak memiliki bulu.

Warna bulu elang ular dominan cokelat gelap sampai hitam dengan bagian dada bermotif tutul-tutul putih, begitu juga dengan perutnya. Elang ini gemar bersiul, membuat suara-suara yang ribut ketika terbang. Mangsa utama elang ini adalah ular, kadal, tikus, tupai, dan yang lainnya.

  1. Elang Brontok

Burung elang brontok ini mirip dengan elang jawa dengan ukuran tubuhnya yang mencapai 60 cm. Elang ini merupakan elang yang memiliki banyak ras serta bentuk, bahkan terdapat elang brontok yang memiliki jambul.

Habitatnya juga lebih luas dibandingkan dengan jenis elang jawa. Ciri sayap burung elang brontok adalah membulat dan sedikit menekuk ke atas seperti elang jawa, namun ekornya lebih pendek dengan bagian terang di sayapnya serta dadanya memiliki garis vertikal.

Burung yang satu ini memiliki tiga fase, yakni fase terang, fase peralihan, dan fase gelap. Pada fase terang, warna tubuh bagian bawahnya putih dengan corak vertikal hitam, sedangkan bagian atasnya coklat pucat.

Di fase peralihan, warna tubuhnya cenderung keabu-abuan dengan warna bagian atas yang sama dengan warna fase terang. Adapun untuk fase gelap elang brontok, warna tubunnya hitam pekat seperti elang hitam dewasa namun paruhnya tidak berwarna kuning.

  1. Elang Laut Perut Putih

Elang laut perut putih merupakan jenis elang dengan ukuran yang spektakuler, yakni mencapai 70 – 85 cm. Seperti namanya, elang ini menjadi rajanya burung di lautan dan banyak dijumpai di pesisir pantai hingga hutan dataran rendah.

Selain ukurannya yang besar, elang laut perut putih ini memiliki sayap yang kokoh, panjang, dan lebar dengan pola hitam di bagian atas serta hitam dan putih di bagian bawahnya. Warna tubuhnya dominan putih dan memiliki kepala yang panjang serta ekor yang sangat pendek membentuk baji.

Ia akan terbang rendah di atas air untuk mencari mangsanya yang sebagian besar berupa ikan atau jenis burung yang lainnya. Elang laut perut putih juga terbang dengan mengeluarkan suara yang nyaring.

  1. Pelikan

Selain elang, pelikan juga termasuk ke dalam hewan yang memakan daging. Burung ini banyak ditemukan di wilayah Asia yang cenderung bersuhu hangat. Panjang tubuh pelikan Dalmansia bisa mencapai 185 cm dengan berat tubuh mencapai 18 kg.

Selain itu, Dalmansia juga mampu membentangkan sayap hingga selebar 4 m. Pelikan memiliki kaki yang berselaput, sehingga ia mampu berenang dengan baik. Mangsa utama pelikan adalah ikan yang ditangkap dengan paruh mereka yang lebar.

Keunikan dari pelikan ini adalah lebih senang ‘merampok’ ikan yang ditangkap kelompok lain dibandingkan mencari ikan sendiri di perairan.

  1. Burung Hantu

Burung hantu atau bernama Latin Strigiformes merupakan burung nokturnal yang memakan daging. Burung ini kerap dijadikan mitos atau simbol-simbol tertentu. Di Indonesia, mitos yang berkembang mengenai burung hantu adalah kedatangannya yang membawa pertanda buruk.

Keunikan dari burung hantu ini adalah matanya yang berada di depan tidak seperti burung pada umumnya. Matanya berukuran besar dengan kepala yang bulat serta ekspresi wajah yang terkesan menyeramkan namun juga mengesankan.

Hewan-hewan yang menjadi mangsanya di malam hari antara lain tikus, kodok, serangga, dan hewan kecil lainnya. Burung hantu tinggal bersarang di dalam pohon yang berlubang, selain itu juga mudah dijumpai di antara daun pelepah dan lubang-lubang bangunan tanpa penghuni.

  1. Falkon

Burung falkon jika dilihat secara sekilas memang bentuknya  mirip dengan burung elang. Bedanya, burung elang memiliki tubuh yang lebih besar jika dibandingkan dengan ukuran tubuh burung falkon. Burung falkon termasuk burung yang terbang dengan sangat kecepatan, yakni mencapai 390 km/jam.

Kecepatan ini jauh lebih tinggi daripada kecepatan elang, tak heran jika burung falkon ditetapkan sebagai burung tercepat di dunia. Tempat tinggal burung falkon adalah padang rumput, padang pasir, dan juga hutan tropis.

Mangsa utama burung falkon adalah serangga, tikus, kadal, katak, ular, dan mamalia berukuran kecil yang lainnya.

  1. Burung Rajawali

Banyak yang mengira rajawali adalah nama lain dari burung elang, namun keduanya ternyata memiliki beberapa perbedaan.

Rajawali adalah burung yang mampu hidup hingga 70 tahun dan memiliki penglihatan yang sangat tajam. Uniknya, burung rajawali akan memiliki bulu yang terlalu lebat saat usianya memasuki 40 tahun.

Karena bulunya inilah ia tidak bisa terbang dan akan terbang ke tempat yang lebih tinggi dan bersembunyi. Sama seperti elang, rajawali juga memakan daging seperti apa yang dimakan oleh elang pada umumnya.

Beberapa burung pemakan daging di atas memang kebanyakan datang dari keluarga elang. Burung tersebut memang sangat terkenal sebagai predator terkuat di udara.

Related Post :

Jenis-Jenis dan Siklus Daur Hidup Belalang
Contoh Hewan Asiatis
Contoh Hewan Avertebrata
Contoh Hewan Amfibi
Contoh Hewan Mollusca

Leave a Comment