10 Bunga Langka di Indonesia dan Ciri-cirinya

Indonesia merupakan negeri kepulauan dengan keanekaragaman hayati yang mengagumkan, tak heran jika berbagai tumbuhan mempesona tumbuh dengan subur di nusantara. Namun, beberapa jenis flora ternyata sudah masuk ke dalam kategori langka termasuk dari jenis bunga-bungaan. Hal ini terjadi karena faktor alam maupun oknum manusia tidak bertanggung jawab.

Kelangkaan ini membuat beberapa jenis flora dilindungi oleh pemerintah maupun UNESCO. Apa saja bunga langka di Indonesia?

10 Bunga Langka di Indonesia

1. Anggrek Hitam

Anggrek-Hitam

Anggrek ini memiliki nama latin Coelogyne pandurata. Bunga ini berasal dari Papua dan Kalimantan, keduanya memiliki ciri khas tersendiri. Perbedaan mencoloknya adalah anggrek hitam Kalimantan memiliki kelopak bunga berwarna hijau dan putik hitam. Sedangkan anggrek hitam Papua putiknya berwarna lebih cerah dan menarik.

Bunga ini hidupnya bergerombol dan hidup menumpang pada pepohonan. Hal inilah yang membuatnya disebut sebagai tumbuhan epifit (menempel pada tumbuhan lain). Namun, anggrek hitam tidak mengambil unsur nutrisi pada inang yang ditumpanginya.

Karakteristik anggrek hitam:

  • Hampir seluruh kelopaknya berwarna hitam.
  • Di bagian tengah terkadang berwarna ungu, merah terang, atau perpaduan keduanya.
  • Jumlah bunga dalam satu gerombol tanaman sekitar 1-14 kuntum.
  • Terdapat garis tengah di setiap bunga sebesar 10 cm.
  • Daunnya memiliki lebar 2-3 cm dan panjang 5-6 cm.
  • Baunya wangi semerbak.

Bunga ini bersifat endemik sehingga bisa ditemukan di bebatuan dan pepohonan. Meski demikian, keberadaannya semakin sulit ditemukan dan mendekati kepunahan.

2. Bunga Bangkai

Bunga-Bangkai

Sesuai dengan namanya, bunga ini memang dikenal memiliki bau busuk yang tidak sedap. Baunya tersebut membuat orang yang berada di dekatnya tidak betah berlama-lama. Habitatnya cenderung di berbagai tempat, bahkan bisa tumbuh di tanaman parasit. Meski demikian, kini bunga bangkai keberadaannya sulit ditemukan di hutan alami.

Bunga bangkai pada dasarnya sangat beragam, namun jenis yang paling terkenal adalah Amorphophallus titanum, Amorphophallus muelleri, Amorphophallus gigas, dan Amorphophallus variabilis

Karakteristik bunga bangkai:

  • Bunganya berukuran raksasa dan memiliki tonggol (spadix) yang menjulang ke atas.
  • Memiliki braktea, yaitu bagian pelindung yang mekar.
  • Bisa hidup secara mandiri karena memiliki akar, umbi, dan batang sendiri.
  • Dapat mencari makan sendiri karena tidak bergantung pada inang atau induk.
  • Dapat tumbuh maksimal dengan diameter 1.5 meter dan ketinggian mencapai 5 meter.
  • Bunga ini dapat tumbuh melalui umbi.

Bunga ini seringkali dianggap sama seperti Rafflesia Arnoldi, nyatanya keduanya jelas berbeda. Bunga Rafflesia merupakan tumbuhan parasit yang menyerap nutrisi dari inang yang ditumpanginya. Selain itu, tumbuhan ini memiliki bentuk yang tidak menjulang layaknya bunga bangkai.

3. Rafflesia Arnoldi

Rafflesia-Arnoldi

Secara fisik, bentuk bunga ini memang cukup menarik. Bunga ini memiliki kombinasi warna kuning, merah, dan oranye yang mencolok sehingga membuat siapa saja tertarik melihatnya. Namun, aroma yang dikeluarkan memang tidak sedap seperti bunga bangkai.

Karakteristik Rafflesia Arnoldi:

  • Memiliki bunga yang melebar dengan 5 mahkota.
  • Diameter bunganya mencapai 70-110 cm saat mekar.
  • Tinggi bunga mencapai 50 cm.
  • Berat maksimal hingga 11 kilogram.
  • Masa pertumbuhan memakan waktu 9 bulan.
  • Masa mekarnya hanya sekitar 5-7 hari. Setelah itu, akan layu dan mati.
  • Dasar bunga bentuknya seperti mulut gentong yang terdapat benang sari atau putik.
  • Keberadaan putik dan benang sari tidak dalam satu rumah.

Bunga Rafflesia tumbuh dan berkembang di hutan liar yang berada di pulau Sumatera, terutama Bengkulu, Jambi, dan beberapa daerah di Sumatera Selatan. Bunga ini ditemukan pada 1818 oleh Sir Thomas Stamford Raffles. Kini, populasinya pun semakin berkurang di alam liar bahkan sudah terancam punah.

Namun, bagi Anda yang ingin melihatnya secara langsung, bisa mengunjungi Taman Nasional Gunung Kerinci , Taman Nasional Bukit Barisan, Pusat Pelatihan Gajah, dan Padang Guci Kabupaten Kaur. Alasan utama bunga ini terancam punah adalah karena perkembangbiakan yang sulit serta siklus hidup yang pendek.

4. Kantong Semar

Kantong-Semar-scaled

Bunga ini termasuk ke dalam insektivora, makanannya adalah berupa serangga yang hinggap di dekatnya. Tanaman ini memiliki bentuk yang unik, yaitu menyerupai kantong dengan ukuran cukup besar. Bagian tumbuhan ini yang berfungsi untuk menangkap serangga adalah kelenjar nektar yang memiliki katup di luar kantong.

Karakteristik bunga kantong semar:

  • Kelenjar ini bisa menghasilkan aroma yang menarik serangga untuk hinggap dan masuk ke dalam kantong tersebut.
  • Ketika tumbuh dewasa, kantongnya mulai terbuka untuk memangsa serangga.
  • Merupakan tumbuhan berumah dua, yaitu hanya memiliki satu jenis kelamin.
  • Panjang sulur yang tumbung sampai berukuran 15-20 meter.

Tumbuhan ini tidak hanya ditemukan di nusantara, melainkan juga di beberapa negara Asia Tenggara lainnya. Namun, saat ini populasinya kian menurun dan sudah berstatus langka.

5. Anggrek Hartinah

Anggrek-Hartinah-scaled

Bunga ini memiliki bentuk yang sangat indah, tak heran tumbuhan ini merupakan idaman bagi pecinta tanaman hias. Bunga dengan nama ilmiah Cymbidium hartinahianum ini ditemukan pada 1976 di pulau Sumatera. Dahulu, keberadaannya cukup mudah ditemukan di alam liar. Namun, saat ini justru sudah mulai sulit ditemukan.

Bunga ini dinamai dari istri mantan Presiden Soeharto, Raden Ayu Siti Hartinah. Oleh sebab itu, terkadang anggrek ini disebut dengan nama bunga Tien Soeharto.

Karakteristik anggrek hartinah:

  • Tumbuh di tempat terbuka dengan ketinggian 1.700-2.700 mdpl
  • Daunnya berbentuk pita runcing.
  • Bentuk bunga mirip seperti bintang.
  • Kelopak bunga berwarna merah kecoklatan.
  • Terdapat semburat warna kuning yang menarik di bagian tepi kelopaknya.

Keberadaan anggrek ini kini sulit ditemukan karena habitat aslinya sudah dialihfungsikan menjadi jalan raya di Sumatera Utara. Namun, tim peneliti dari Kebun Raya Bogor telah berhasil menemukan kembali spesies ini di daerah Toba Samosir. Anggrek ini telah dibawa dan diteliti ke laboratorium KRB.

Meski demikian, pengembangbiakannya di habitat asli sudah tidak mungkin dilakukan karena wilayahnya telah tergusur.

6. Edelweiss Jawa

Edelweiss-Jawa

Bunga langka di Indonesia selanjutnya adalah bunga edelweiss Jawa. Bagi para pecinta alam dan tumbuhan, kelangkaan tumbuhan indah ini tentu memprihatinkan. Mengingat keberadaannya dahulu cenderung mudah ditemukan di Pulau Jawa. Tanaman ini bisa tumbuh dengan ketinggian 800 sampai 3.400 mdpl , misalnya di Gunung Papandayan, Gunung Rinjani, Gunung Gede, dan Gunung Bromo.

Karakteristik edelweiss Jawa:

  • Mekar di saat akhir periode musim penghujan yaitu di bulan April hingga Agustus.
  • Tumbuh sampai ketinggian batangnya 1 meter, namun ada juga yang hingga 8 meter.
  • Mampu bertahan pada keadaan tanah yang tandus.
  • Dapat membentuk mikoriza yang memperluas jangkauan akar-akarnya.

Bunga ini memang banyak dibudidayakan dan dijual sebagai oleh-oleh. Khususnya di daerah Gunung Bromo sebagai objek wisata. Namun, terdapat perbedaan antara edelweiss alami dan budidaya, terutama bentuk fisiknya yang cukup mencolok.

Keberadaan bunga ini semakin langka, bahkan di Taman Nasional Bromo saja dikatakan semakin mendekati kepunahan. Bunga edelweis memiliki siklus hidup yang panjang dan tidak mudah rusak, tak heran bunga ini disebut pula sebagai bunga abadi. Salah satu penyebab kelangkaan bunga berwarna putih ini adalah karena aktivitas pendaki gunung yang memetiknya secara sembarangan.

Karena populasinya yang semakin langka, bunga ini telah dilindungi dengan dasar hukum undang-undang. Yakni dalam Undang-Undang Nomor 5 Tahun 1990 Tentang Konservasi Sumber Daya Hayat pasal 33 ayat 1. Terdapat ancaman bagi siapapun yang memetik bunga edelweiss.

7. Anggrek Larat

Anggrek-Larak

Anggrek larat dikenal dengan nama Anggrek Cooktown. Sedangkan nama latinnya adalah Dendrobium bigibbum. Bunga langka ini menjadi identitas Maluku karena merupakan bunga asli Kepulauan Larat, Maluku.

Karakteristik anggrek larat:

  • Diameter batang yang semakin ke atas maka semakin kecil.
  • Habitatnya bisa ditemukan di daratan dengan ketinggian 150 mdpl dan di daerah panas. Namun, ditemukan pula di dekat sungai, semak pesisir, rawa-rawa, dan hutan terbuka.
  • Bunga berwarna ungu.

Anggrek ini berstatus langka dan terdapat ancaman pidana bagi siapa saja yang memetiknya di lingkungan tanpa izin.

8. Anggrek Bulan

Anggrek-Bulan

Bunga cantik ini menjadi salah satu puspa pesona Indonesia yang terkenal. Anggrek bulan memiliki nama lain yang bervariasi sesuai tempatnya di Indonesia. Di antara penamaan tersebut adalah anggrek terbang, anggrek menur, dan anggrek wulan.

Karakteristik anggrek bulan:

  • Kelopak bunga yang lebar dan berwarna putih.
  • Berdaun hijau panjang dan berjumlah tidak lebih dari lima helai.
  • Akar berdaging.
  • Tumbuh menjuntai karena termasuk kelompok epifit monopodial.
  • Dapat tumbuh di daerah pegunungan maupun daratan dengan ketinggian 50-600 mdpl.
  • Menyukai tempat yang lembab dan tedung dengan curah hujan 1.500 sampai 2.000 mm per tahun.
  • Aroma wangi ketika bermekaran.

Meski tumbuh dengan baik di wilayah tropis, anggrek ini membutuhkan cahaya matahari yang cenderung sedikit. Hal ini bermanfaat sebagai penunjang hidupnya karena tidak tahan terhadap sinar matahari langsung.

Bunga ini berasal dari Maluku dan kini sudah berstatus langka di Indonesia. Keberadaannya dilindungi dan ditetapkan dalam Keputusan Presiden Nomor 2/1993. Perlu banyak upaya pelestarian agar tidak punah.

9. Anggrek Pensil

Anggrek-Pensil

Coelogyne pandurata merupakan nama latin dari anggrek endemik asal nusantara ini. Awal ditemukannya adalah di daerah Labuan, Pulau Kalimantan.

Karakteristik anggrek pensil:

  • Akar bulat keluar dari batang dan berwarna hijau.
  • Wanginya ketika dipetik bisa bertahan hingga 22 hari.
  • Bentuk batang kecil dan lurus.
  • Hidup di tempat-tempat yang banyak mengandung air misalnya waduk bekas penambangan.

Anggrek pensil berstatus langka bahkan hanya dapat ditemukan di Provinsi Bengkulu. Keberadaannya hanya bisa dilihat di Cagar Alam Danau Dusun Besar, Bengkulu. Penjagaan terhadap tumbuhan ini bahkan semakin diperketat karena menjadi incaran pencurian.

10. Anggrek Tebu

Anggrek-Tebu-scaled

Bunga ini cukup unik karena memiliki ukuran yang besar dan berat. Sesuai dengan namanya, batang anggrek ini mirip seperti tebu. Tanaman ini bisa tumbuh sampai beratnya 4 ton dan ukuran bunganya 4 meter. Selain dikenal dengan nama anggrek tebu, tumbuhan langka ini juga memiliki corak menyerupai loreng harimau sehingga disebut pula anggrek harimau.

Karakteristik anggrek tebu:

  • Bisa menghasilkan seratus kuntum bunga dengan diameter masing-masing sekitar 10 cm.
  • Bentuk batangnya mirip tebu.
  • Bunganya berwarna kuning dengan bintik merah, coklat, atau merah kehitaman.
  • Tumbuh tahan lama dan tidak mudah layu.
  • Mampu bertahan hidup hingga 2 bulan meskipun telah dipotong dari batangnya.

Beberapa bunga langka di Indonesia yang telah disebutkan di atas merupakan bukti kekayaan flora di tanah air. Oleh karena itu, keberadaannya perlu dilestarikan agar keindahannya bisa tetap dinikmati dari generasi ke generasi. Jadi, kalau Anda menemukan berbagai jenis bunga langka di atas, wajib dilestarikan ya!

Leave a Comment