Penyebab Polusi Tanah Serta Dampak dan Cara Mengatasinya

Dalam menyusun kehidupan yang terjadi di bumi, tanah menjadi salah satu unsurnya yang sangat penting. Terdapat unsur hara dan air yang disediakan oleh tanah, dan menjadi penopang beberapa akar pepohonan. Tanah juga menjadi salah satu habitat bagi banyak makhluk hidup seperti misalnya mikroorganisme, manusia serta hewan. Maka, polusi tanah menjadi salah satu masalah yang berat.

Tanah juga memiliki resiko terkena pencemaran, sama dengan unsur lainnya seperti air dan udara. Polusi pada tanah ini bisa terjadi karena adanya perubahan lingkungan secara alami, yang dialami oleh tanah. Contohnya tanah yang sudah terpapar oleh beragam jenis sampah yang tertimbun di dalamnya, limbah, pestisida, bahan-bahan kimia hingga berbagai jenis kontaminasi polutan yang lainnya.

Pengertian Tanah

Pengertian-Tanah-scaled

Pelapukan batuan yang terjadi secara alami merupakan asal muasal tanah. Proses pelapukan pada tanah itu dibantu oleh organisme yang menutupi batuan, dan memiliki bentuk tubuh yang unik. Proses terbentuknya tanah ini disebut dengan istilah pedogenesis, yang dimana proses tersebut pada akhirnya membentuk lapisan atau horizon tanah.

Pengertian Pencemaran Tanah

Pengertian-Pencemaran-Tanah-scaled

Terdapat banyak bahan kimia yang meliputi kontaminan atau polutan disebut dengan polusi tanah. Polusi atau pencemaran tanah ini terdapat pada konsentrasi yang cukup tinggi di dalam tanah tersebut. Hal itu juga menimbulkan potensi yaitu dampak pada kesehatan manusia yang mulai terganggu, serta makhluk hidup lainnya seperti hewan dan tumbuhan, dan seluruh bagian ekosistem yang ada.

Beberapa permasalahan seperti punahnya satwa, pencemaran tanah, iklim yang terus mengalami perubahan hingga pemanasan global menjadi beberapa masalah pada lingkungan yang tingkat keparahannya sudah semakin meningkat. Terutama di beberapa dekade sekarang ini.

Pencemaran tanah masih berhubungan erat dengan polusi pada udara dan juga air, karena keduanya membawa zat polutan yang berbahaya ke dalam tanah. Ada banyak endapan limbah cair/padat yang juga berada di permukaan tanah atau di bawah tanah. Hal itu menyebabkan pencemaran pada tanah dan pada air tanah itu sendiri.

Sumber dan Penyebab dari Pencemaran Tanah

Salah satu penyebab dari polusi atau pencemaran tanah ini adalah adanya dua sumber yang paling utama, yaitu penyebab yang terjadi secara alami serta penyebab yang dilakukan oleh manusia. Berikut ini penjelasan tentang masing-masing dari penyebab polusi tanah :

1. Polutan Alami

Polutan-Alami

Kondisi alam apapun bisa menjadi penyebab dari polusi tanah, yang disebabkan oleh bahan kimia beracun yang terus menumpuk misalnya. Biasanya pencemaran tanah tersebut terjadi di wilayah Gurun Atacama Chile. Terdapat akumulasi garam perklorat di wilayah tersebut, yang menjadikan tanah di wilayah itu kemudian tercemar.

2. Polusi Non Alami

Polusi-Non-Alami-scaled

Penyebab lainnya dari polusi tanah non alami adalah kontaminan yang sumbernya juga dari manusia itu sendiri. Ada beragam kandungan zat yang cukup berbahaya, baik secara anorganik atau organik yang mampu mengubah struktur tanah itu menjadi buruk. Contohnya akibat dari pembuangan limbah baik yang berupa padat/cair, dan dari industri atau masyarakat.

Ditambah dengan pemakaian pestisida di wilayah pertanian atau perkebunan.

Dampak Polusi Tanah

Polusi atau pencemaran tanah ini tentu memberi akibat yang buruk pada ekosistem dan juga tanah itu sendiri. Bahkan dampaknya dirasakan secara luas oleh makhluk hidup seperti hewan, manusia dan tumbuhan, yang tinggal dan hidup di suatu lingkungan tertentu. Berikut ini beberapa dampak dari pencemaran tanah yaitu :

1. Tanah Menjadi Tidak Subur

Tanah-Menjadi-Tidak-Subur-scaled

Kualitas tanah akan menurun begitu saja dan membuat tanah tersebut menjadi tidak subur. Tanah yang sudah tercemar itu tidak mempunyai kandungan humus yang cukup, yang dibutuhkan oleh tanaman. Baik untuk kebutuhan di bidang perkebunan, pertanian, dan lain sebagainya.

2. Tanaman Menjadi Layu dan Mati

Tanaman-Menjadi-Layu-dan-Mati

Jumlah unsur hara tidak akan cukup yang kemudian akan berpengaruh pada tingkat kesuburan suatu tanah. Polusi tanah ini akan menyebabkan tanaman menjadi layu bahkan mati.

3. Munculnya Wabah Penyakit

Munculnya-Wabah-Penyakit

Polusi tanah juga bisa menyebabkan dampak yang buruk untuk kesehatan, terutama untu manusia dan hewan. Contohnya kandungan timbal pada tanah yang jumlahnya terlalu tinggi dan bisa merusak otak. Zat benzena pada tanah juga akan menyebabkan leukemia. Sedangkan zat merkuri yang terkandung pada tanah bisa menyebabkan gangguan pada ginjal.

4. Merusak Estetika

Merusak-Estetika

Tanah yang telah tercemar akan memiliki bentuk fisik dan visual yang tak baik. Jika dilihat dari segi estetikanya maka tanah itu menjadi tak enak dipandang/dilihat.

5. Ekosistem Menjadi Rusak

Ekosistem-Menjadi-Rusak

Tanah adalah penyusun ekosistem yang terdapat di darat. Apabila tanah menjadi tercemar maka struktur yang ada di rantai makanan pun menjadi tak seimbang dan terganggu.

6. Gagal Panen

Gagal-Panen

Pemakaian pupuk serta pestisida dalam jumlah berlebih akan menimbulkan hasil panen yang menurun. Selain membuat tanaman menjadi subur, hal itu malah membuat hasil panen menjadi tidak sesuai dengan yang diharapkan.

7. Erosi

Erosi

Tanah yang telah tercemar juga akan mengalami erosi dengan mudah, baik erosi air ataupun angin. Erosi juga disebabkan oleh ikatan yang ada pada struktur tanah yang sudah tidak kuat lagi. Hal itu disebabkan oleh pepohonan pada tanah yang sudah tercemar tidak mempunyai sistem perakaran yang baik.

8. Muncul Bau Tidak Sedap

Muncul-Bau-Tidak-Sedap

Tanah yang telah tercemar oleh polutan kimia biasanya menimbulkan bau yang sudah tidak sedap, hingga akhirnya hal itu bisa mengganggu aktivitas lingkungan yang ada di sekitarnya.

9. Salinitas MeningkatSalinitas-Meningkat

Tingkat keasinan atau kadar garam yang terlarut di dalam tanah/air merupakan salinitas yang meningkat. Kadar garam yang tinggi pada tanah itu juga akan menimbulkan vegetasi yang tidak bisa tumbuh secara maksimal.

Cara Mengatasi Polusi Tanah

Salah satu upaya untuk menyelamatkan serta mengatasi pencemaran tanah hingga saat ini harus terus dilakukan. Ada beberapa hal yang bisa Anda terapkan pada tanah yang sudah tercemar, diantaranya yaitu :

1. Remediasi

Remediasi-scaled

Dilakukannya pembersihan pada permukaan tanah yang sudah tercemar oleh zat kimia atau limbah merupakan pengertian dari remediasi. Terdapat dua macam cara yang bisa dipilih untuk mengatasi masalah pada polusi tanah, salah satunya yaitu remediasi in-situ dan ex-situ.

Pembersihan on site atau in-situ merupakan pembersihan yang dilakukan di lokasi. Biaya dari pembersihan ini murah dan lebih mudah dilakukan. Kegiatannya mencakup berbagai proses pembersihan, bioremediasi dan juga venting atau injeksi.

Untuk pembersihan off-site atau ex-situ dikenal dengan kegiatan dalam hal penggalian tanah yang tercemar, setelah itu dipindahkan ke wilayah yang lebih aman. Tanah yang tercemar ini bisa dibersihkan dengan menggunakan zat polutan. Namun kegiatan ini membutuhkan biaya yang lebih mahal dan caranya juga cukup rumit.

2. Bioremediasi

Bioremediasi

Sebuah cara untuk mengatasi pencemaran tanah dengan cara membersihkan tanah dengan bantuan mikroorganisme, adalah bioremediasi. Mikroorganisme yang membantu pembersihan tanah ini biasanya adalah bakteri dan jamur.

Tujuan dari pembersihan ini mendegradasi zat pencemaran yang dimana kandungan zat racunnya menurun, serta memecah zat tersebut. Menurunkan kandungan zat racun tersebut adalah air dan karbondioksida.

Pengertian Tanah Menurut Para Ahli

Pengertian-Tanah-Menurut-Para-Ahli

Definisi tanah menurut para ahli diantaranya yaitu :

  1. Pengertian tanah menurut J.J. Berzelius (1803) adalah laboratorium kimia yang menjadi tempat prosesnya dekomposisi serta reaksi kimia yang berlangsung dengan cara yang tersembunyi.
  2. Pengertian tanah menurut Justus von Liebig (1840) adalah teori keseimbangan yang ada pada hara tanaman, yang menganggap tanah menjadi sebuah tabung reaksi sehingga jumlah hara pada tanaman dapat diketahui jenisnya.
  3. Pengertian tanah menurut Fredrich Fallou (1855) adalah hasil dari pelapukan waktu yang menggerogoti batuan dengan struktur yang keras, yang lama kelamaan akan menyebabkan dekomposisi.
  4. Pengertian tanah menurut Hans Jenny (1899-1992) yang merupakan seorang pakar tanah yang berasal dari Swiss adalah, tanah yang terbentuk dari bahan induk yang sudah mengalami pelapukan dan disebabkan oleh dinamika dari faktor iklim, organisme yang juga termasuk manusia, serta relief permukaan bumi atau topografi seiring dengan berjalannya waktu.

Dari dinamika faktor-faktor tersebut nantinya akan terbentuk beragam jenis serta klasifikasi tanah.

Ciri-ciri Pencemaran Tanah

Ciri-ciri-Pencemaran-Tanah

Ada beberapa indikator yang dipakai untuk menyebutkan tanah yang telah tercemar atau tidak, di antaranya yaitu :

1. Indikator secara Fisik

Antara lain yaitu endapan yang ada pada tanah, warna tanah, tekstur tanah, kedalaman lapisan atas tanah itu sendiri, porositas, serta kepadatan pada tanah tersebut.

2. Indikator secara Kimia

Antara lain yaitu kandungan senyawa kimia organik, kadar pH, zat radioaktif, salinitas, kandungan logam berat, serta kandungan fosfor nitrogen.

3. Indikator Biologi

Antara lain yaitu adanya cacing tanah yang menjadi indikator subur atau tidaknya tanah itu sendiri. Bisa dipastikan bahwa tanah yang subur itu tak mengandung kontaminasi polutan di atas ambang tanah.

Ciri dari tanah yang tercemar atau yang tidak tercemar diantaranya yaitu :

a. Tanah Tercemar

  • Mengandung sampah organik
  • Tanah tidak subur
  • Mengandung logam berat
  • pH di bawah 6 (asam) atau pH diatas 8 (basa)
  • Kering
  • Baunya buruk

b. Tanah Tidak Tercemar

  • Tidak mengandung sampah anorganik
  • Tanahnya subur
  • Tidak mengandung logam berat
  • pH minimal 6 maksimal 8
  • Gembur
  • Tidak menimbulkan bau busuk

Jenis-jenis Polutan

Beberapa jenis bahan yang bisa menyebabkan polutan atau polusi tanah diantaranya yaitu :

1. Limbah Cair

Limbah-Cair

Salah satu faktor paling besar yang membuat tanah menjadi tercemar adalah limbah cair. Limbah cair ini secara umum dihasilkan dari kegiatan industri yang berupa polutan kimia yang cukup berbahaya. Bukan hanya menimbulkan polusi tanah, tetapi limbah cair ini tidak bisa mencemari air permukaan dan air tanah.

2. Limbah Padat

Limbah-Padat

Selain limbah cair proses produksi pada pabrik juga bisa menghasilkan limbah yang bentuknya padat, yang juga bisa mencemari tanah seperti misalnya bahan dari sisa produksi dan potongan besi.

3. Limbah Organik

Limbah-Organik

Jenis limbah yang bisa terurai dengan cara yang alami dan dengan bantuan mikroorganisme sebagai pengurai di dalam tanah, adalah limbah organik. Walaupun sampah ini tak terlalu berbahaya, tapi jika terjadi akumulasi dengan jumlah berlebih maka hal itu akan menimbulkan pencemaran pada tanah. Misalnya tanah yang ada di tempat pembuangan sampah akhir.

4. Limbah Anorganik

Limbah-Anorganik

Kebalikan dari limbah organik jenis limbah atau sampah anorganik ini merupakan jenis sampah yang sulit dan memerlukan waktu yang lama untuk bisa terurai. Misalnya yaitu botol minuman, plastik dan juga kaleng-kaleng bekas yang memerlukan waktu hingga ratusan tahun supaya bisa terurai dengan cara yang alami.

5. Limbah Pertanian

Limbah-Pertanian-1

Sistem pertanian juga bisa menyebabkan polusi pada air dan tanah, yang disebabkan oleh beberapa zat kimia yang dipakai untuk anti hama, pupuk, serta anti penyakit. Tanah persawahan yang sudah jenuh dengan kandungan kimia tak akan menghasilkan hasil panen yang optimal.

6. Limbah Rumah Tangga

Limbah-Rumah-Tangga

Jenis limbah yang dihasilkan sehari-hari disebut dengan limbah rumah tangga. Contohnya air bekas deterjen cucian, yang juga bisa mencemari tanah serta air di suatu lingkungan.

7. Bencana Alam

Bencana-Alam

Faktor dari bencana alam ini bisa menimbulkan polusi tanah. Misalnya bencana-bencana seperti tsunami atau tanah longsor dan juga banjir yang membuat tanah memiliki kandungan yang berubah.

8. Kebakaran Hutan

Kebakaran-Hutan

Bukan hanya menimbulkan pencemaran udara yang disebabkan oleh asap kebakaran, tetapi kebakaran hutan juga bisa merusak kandungan yang terdapat di dalam tanah hingga membuat tanah menjadi tidak subur. Tanah itu juga akan kesulitan untuk ditumbuhi lagi oleh pepohonan.

Contoh Kontaminan Tanah

Contoh-Kontaminan-Tanah

Beberapa jenis zat yang secara umum bisa meracuni tanah diantaranya yaitu :

1. Lead (Pb)

Zat yang satu ini terkandung di dalam cat dengan bahan timbal, asap knalpot dari kendaraan, aktivitas pertambahan dan kegiatan di dalam konstruksi serta pertanian.

2. Merkuri (Hg)

Zat ini berasal dari pembakaran batubara, limbah medis, proses pertambangan, pengolahan alkali serta logam, dan juga akumulasi sayuran yang ditanam pada tanah yang sudah tercemar.

3. Arsenik (As)

Biasanya zat ini bersumber dari pembangkit listrik yang sumber atau asalnya adalah dari pembangkit listrik asalnya dari batu bara, kegiatan pertambangan, industri elektronik dan berasal dari alam.

4. Tembaga (Cu)

Sumber dari zat ini adalah pengecoran serta konstruksi dan juga kegiatan pertambangan.

5. Seng (Zn)

Dihasilkan dari kegiatan konstruksi dan pengecoran dan juga proses pertambangan.

6. Nikel (Ni)

Merupakan zat yang dihasilkan oleh kegiatan pengecoran dan konstruksi serta dari proses pertambangan.

7. Herbisida / Insektisida

Asal zat ini adalah dari kegiatan perkebunan serta pertanian.

8. Polisiklik Aromatik Hidrokarbon (PAH)

Zat yang sumbernya adalah dari pembakaran kayu, pembakaran batubara, kebakaran hutan, emisi kendaraan hingga asap rokok.

Cara Mencegah Pencemaran Tanah

Bukan hanya cara mengatasi pencemaran atau polusi tanah saja, tetapi ada pula cara mencegah pencemaran tanah yang dilakukan dengan cara :

1. Meningkatkan Kesadaran Masyarakat

Meningkatkan-Kesadaran-Masyarakat

Kesadaran masyarakat mengenai pentingnya menjaga kesehatan dan harus ditingkatkan lagi kesuburan tanahnya. Sosialisasinya bisa dilakukan di beberapa lingkungan yang memiliki potensi dalam menghasilkan sampah rumah tangga, tanpa ada proses pengolahan terlebih dahulu.

2. Menggunakan Sistem 3R (Reduce, Reuse, Recyclce)

Menggunakan-Sistem-3R-Reduce-Reuse-Recylce

Sebaliknya Anda tidak langsung membuang sampah organik atau anorganik. Namun digunakan untuk kebutuhan lainnya. Apalagi sampah dengan bahan organik yang meliputi botol bekas minuman, plastik, serta kaleng bekas yang masih diolah menjadi bahan atau kerajinan tangan.

3. Reboisasi/Penghijauan

Reboisasi-Penghijauan

Dilakukan penanaman pohon di sebuah lahan yang kosong yang nantinya akan memberi hal yang bermanfaat, untuk lingkungan tanah yang sudah tercemar.

Pencemaran atau polusi tanah ini sebenarnya masih bisa diatasi atau dicegah dengan cara yang tepat. Diawali dengan kesadaran kita secara pribadi dalam menjaga lingkungan.

Leave a Comment