Pohon Aren

Berbicara tentang pohon aren, tentunya Anda sudah tahu bahwa pohon ini masuk dalam jenis famili yang sama dengan pohon kelapa, yakni jenis palem. Karena berada pada kelompok famili yang sama, maka tidak heran jika aren juga memiliki banyak sekali kegunaan. Tiap bagian dari pohon ini dapat membawa manfaat bagi kehidupan.

Pohon aren memiliki nama lain, yakni pohon enau. Ada banyak sekali pembudidaya pohon enau atau aren ini. Keberadaannya di Indonesia sudah merajalela. Hal ini juga dipengaruhi oleh faktor tanah tropis Indonesia yang sangat mendukung pertumbuhan pohon enau dengan subur. Tak ayal, masyarakat bayak memanfaatkan pohon ini sebagai sumber ekonomi atau finansialnya.

Taksonomi Pohon ArenTaksonomi-Pohon-Aren

Taksonomi pohon enau dimulai dari jenis kingdomnya yang termasuk ke dalam plantae. Sedangkan subkingdomnya adalah viridiplantae, dengan infrakingdomnya yakni streptophyta. Enau masuk ke dalam superdivisi embryophyta, dengan divisi tracheophyta dan subdivisi spermatophyta. Jika dilihat dari kelas tumbuhannya, aren termasuk tumbuhan dengan kelas magnoliopsida.

Jenis superordonya adalah lilianae. Sedangkan ordonya sendiri adalah aracales. Pohon termasuk dalam famili aracaceae yang bergenus arenga dan berspesies arenga pinnata.

Persebaran Pohon Enau/ ArenPersebaran-Pohon-Enau-Aren

Tentunya, pohon enau tidak hanya terdapat dalam satu wilayah daerah saja. Pohon yang kaya manfaat ini telah tersebar di beberapa wilayah. Flora ini pertama kali berasal dari kawasan Asia tropis. Persebaran pohon ini dimulai dari India Timur, tepatnya di bagian barat, yang kemudian menyalur hingga ke Asia Tenggara. Indonesia termasuk wilayah bagian Asia Tenggara yang mendapatkan persebaran pohon enau.

Lebih jelasnya, beberapa Negara yang mendapatkan persebaran pohon enau adalah seperti Filipina, Malaysia, Vietnam, Laos, dan Taiwan. Awalnya, pohon ini tumbuh di daerah hutan belantara. Seiring berjalannya waktu, pohon ini akhirnya dibudidayakan oleh masyarakat secara luas.

Persebaran pohon aren di Indonesia cukup luas. Adapun pada beberapa ddaerah di Indonesia, memiliki sebutan sendiri untuk pohon kaya manfaat yang satu ini. Diantaranya adalah kawung taren, akol, akel, indu, inru, akere, tuwak, moka, moke, dan tuwa. Sedangkan pada masa penjajahan Belanda, pohon ini disebut dengan arenpalm atau juga dikenal dengan zulkerpalm.

Dalam bahasa inggris, Anda bisa menyebut pohon ini dengan nama sugar palm. Apapun sebutan tersebut, pohon enau tetap menjadi pohon dengan sejuta manfaat bagi kehidupan masyarakat. Karenanya, membudidayakan pohon ini akan sangat menguntungkan.

Spesifikasi Habitat ArenSpesifikasi-Habitat-Aren

Setiap pohon memiliki spesifikasi habitatnya masing-masing. Dalam habitat tersebutlah tiap pohon dapat tumbuh dengan baik. Jika pohon ditanam pada jenis habitat yang tidak sesuai, maka pertumbuhannya tidak akan bisa maksimal. Pohon aren dapat tumbuh dengan subur pada kondisi iklim tropis. Pertumbuhan aren bisa berjalan dengan baik jika Anda menanamnya pada jenis tanah perbukitan.

Namun jika tidak memungkinkan menanamnya pada perbukitan, maka Anda tetap bisa melestarikannya dengan baik pada jenis lingkungan biasa yang memiliki kelembapan tinggi. Hal ini karena, pohon enau cukup baik dalam melakukan adaptasi terhadap lingkungan dimana ia ditanam. Pohon aren hakikatnya tumbuh pada ketinggian tanah maksimal 1400 mdpl.

Namun secara umum, ketinggian penanaman aren yang ideal adalah berkisar 500 hingga 1200 mdpl. Sejauh ini, pembudidaya pohon enau di Indonesia melakukan penanaman pohon ini dengan mengandalkan ketinggian antara 500 hingga 700 mdpl. Hal tersebut berarri bahwa, pohon enau dapat menyesuaikan ketinggian penanaman, dengan catatan masih dalam kisaran skala di bawah maksimalnya.

Jenis tanah yang bisa digunakan untuk melakukan penanaman pohon enau, tak lain adalah tanah vulkanik. Dalam hal ini, yang dimaksud adalah tanah keberadaannya dekat dengan lingkungan lereng gunung atau sungai. Tanah yang cukup lembab dengan kondisi sejuk bisa menjadi tanah habitat yang sangat baik untuk pohon enau.

Selain tanah, Anda juga perlu memperharikan suhu yang tepat untuk penanaman pohon yang satu ini. Pohon enau sangat cocok ditanam pada suhu 25 derajat celcius. Sedangkan, iklim yang cocok untuk pohon ini adalah iklim sedang sampai basah. Keadaan curah hujan tanahnya adalah berkisar 1200 mm tiap tahun.

Morfologi dan Ciri-ciri Pohon ArenMorfologi-dan-Ciri-ciri-Pohon-Aren

Beberapa ciri morfologi pohon ini akan dijelaskan pada poin-poin berikut ini :

1. Ketinggian

Secara umum, pohon enau tumbuh dengan ketinggian maksimal 25 meter. Sedangkan, diameter pohonnya adalah berkisar 65 cm. Dengan jumlah angka ketinggian dan lebar diameter ini, maka enau bisa dikatakan sebagai pohon berfisik besar dan tinggi menjulang.

2. Batang

Bagian batang pohon aren, terdapat serabut hitam yang berada tepat di bagian atas. Serabut inilah yang sering disebut dengan ijuk. Bagian yang disebut dengan ijuk ini, juga seringkali disebut sebagai pelepah pohon enau. Ciri khas batangnya berkayu pada bagian luar yang menampakkan kekokohan pohon. Secara umum, batang pohon ini hampir mirip dengan morfologi pohon kelapa.

3. Daun

Morfologi daun aren termasuk pada kelas daun majemuk. Tulang daunnya menyirip. Daun yang tumbuh pada tiap tangkainya memiliki panjang yang berkisar 5 meter, dengan panjang tangkainya yang mencapai 1,5 meter. Dalam satu tangkai terdapat beberapa helai daun yang memiliki panjang 1,4 meter dan lebar 7 cm.

Morfologi anak daun pohon aren ini juga bisa dikatakan hampir sama dengan helai daun pohon kelapa. Anak daun muda milik pohon enau ini, memiliki bentuk pangkal daun yang membulat dengan ujung daunnya yang runcing dan lancip. Padabagian bawah tiap daunnya memiliki lapisa lilin. Warna daun pun bergradasi dengan indah dari hijau muda hingga hijau tua.

4. Bunga dan Buah

Bunga yang tumbuh pada pohon aren ini membentuk sebuah tongkol. Dalam tongkol tersebutlah bunga jantan dan betina tumbuh. Bunga betina dari aren tumbuh membulat. Sedangkan bunga jantannya memilki benang sari.

Lantas, buah dari pohon enau ini memiliki morfologi yang mirip dengan buah buni. Pertumbuhan buahnya selalu bergerombol dalam jumlah banyak. Ukuran diameter buahnya berkisar 4 cm. setiap buah aren ini tumbuh pada tangkai-tangkai yang memanjang. Dan tangkai-tangkai tersebut tumbuh pada sebuah tandan.

Dalam satu tandan bisa menumbuhkan 10 tangkai, dengan kisaran 50 buah yang tumbuh pada tiap tangkai. Jika Anda membuka buah aren, Anda akan menjumpai ada 3 ruang dengan tiga biji di dalamnya.

Manfaat Pohon Aren Dalam Kehidupan

Seperti yang telah dikatakan sebelumnya bahwa, pohon aren merupakan salah satu pohon yang kaya akan manfaat. Berikut di bawah ini bisa Anda simak beberapa manfaatnya :

1. Bahan Property BangunanBahan-Property-Bangunan

Daun ijuk dari pohon enau bisa digunakan untuk membangun atap rumah adat. Bahkan, harga rumah yang dibangun dengan rumah adat ini cukup tinggi harganya. Fungsi daun ijuk lainnya juga sering digunakan untuk pembuatan sikat, sapu, tali, dan lain sebagainya. Daun aren juga bisa dijadikan sebagai anyaman untuk membuat perkakas dapur atau keperluan sehari-hari.

Sedangkan, bagian kayunya bisa dijadikan sebagai sekat rumah, tiang penyangga, property kursi, meja, dan perkakas rumah lainnya. Selain daun dan kayunya, akar aren juga bisa dimanfaatkan untuk pembuatan cambuk dan juga tali pancing. Bahan property lain yang memanfaatkan bagian aren ini adalah sapu lidi dengan memanfaatkan bagian lidi aren.

2. GulaGula

Gula yang dihasilkan dari pohon enau sering dikenal dengan sebutan gula aren atau nira. Bagian yang digunakan untuk membuat gula aren ini tak lain adalah tandan bunga jantan aren. Proses mendapatkan gula aren ini dimulai dari memukul bagian tandan aren hingga tandan menghasilkan tetesan cairan.

Selanjutnya, tandan yang telah mendapati cairan tersebut lantas dipotong dan digantung. Saat digantung, Anda perlu menyiapkan wadah untuk penampung cairan yang terkumpul dari tandan. Biasanya orang memakai bambu sebagai tempat penampungnya. Cairan yang terkumpul tersebut biasa dikenal dengan legen atau nira.

Air legen atau nira ini tidak memiliki ketahanan yang bagus. Karenanya, saat Anda sudah mendapatkan cairan dalam jumlah yang cukup, maka Anda bisa segera mengolahnya. Sedangkan untuk bisa menjadikan cairan ini sebagai gula aren, maka Anda perlu memasaknya terlebih dulu sehingga menjadi cairan yang mengental.

Setelah cairan nira tersebut mengental, Anda perlu menambahkan bahan pengeras alami. Dalam hal ini, Anda memanfaatkan getah buah nangka. Saat cairan nira telah mengeras, barulah Anda bisa mencetaknya menjadi bongkahan gula aren yang siap digunakan. Selain bisa diolah menjadi bongkahan gula aren, nira yang cair juga bisa Anda manfaatkan untuk membuat gula bubuk.

Pembuatan gula bubuk ini bisa Anda lakukan dengan memasak nira dan menggunakan bahan minyak kelapa sebagai pengganti bahan pengeras getah nangka.

3. Energi AlternatifEnergi-Alternatif

Siapa sangka bahwa aren ternyata juga memiliki manfaat sebagai energy alternatif. Energy alternatif yang dimaksud di sini tak lain adalah bioethanol. Pembuatan bioethanol bermula dari cairan nira yang dicampurkan dengan bahan katalisator. Untuk bisa menghasilkan bioethanol berkadar tinggi hingga 92%, maka Anda perlu 25 liter nira beserta katalisatornya.

Namun, jika tidak memungkinkan mendapatkan katalisator, Anda tetap bisa membuat bioethanol. Dengan catatan, hasil bioethanolnya hanya memiliki kadar 72%. Selain dapat dijadikan sebagai bioethanol, ternyata aren juga bisa dijadikan sebagai bioavtur.

Untuk memproses aren menjadi bioavtur ini, Anda harus paham dengan proses konversi biomassa. Yang mana, biomassa tersebut terdiri dari gula, minyak aren, tepung, dan sera.

4. Kolang KalingKolang-Kaling

Mendengar kata kolang kaling, tentu Anda sudah tidak asing lagi dengan jenis makanan yang satu ini bukan? Kolang mudah ditemukan pada bulan puasa. Rasanya yang kenyal, sering dijadikan sebagai bahan campuran membuat minuman segar. Bentuk kolang kaling ini kecil bulat dan kenyal.

Kolang kaling sendiri merupakan hasil buah aren dengan pengolahan yang sedemikian rupa, sehingga racun getah yang menempel padanya hilang dan dapat dikonsumsi dengan aman. Kolang kaling memiliki nama lain, yakni caruluk dan beluluk.

Untuk memproses buah aren menjadi kolang kaling ini, ada beberapa tahapan yang perlu Anda pahami. Dimulai dari proses pembakaran buah. Pembakaran buah ini dilakukan untuk mengeluarkan inti biji buah aren. Inti biji buah ini memiliki tekstur yang lunak dan sedikit bening. Batok yang membungkusnya tipis namun keras. Dalam satu buah biasanya ada 2 hingga 3 inti biji.

Setelah proses pembakaran buah ini, Anda harus merebus dan kemudian merendamnya dalam air. Air yang digunakan untuk merendam juga bukan air biasa, melainkan air kapur. Proses perendaman bisa dilakukan selama beberapa hari. Hal ini dilakukan agar racun getah yang menempel pada buah bisa hilang dan aman untuk makan.

Anda bisa memakai cara lain dengan mengkukus buah aren selama kurang lebih 3 jam, untuk kemudian Anda kupas kulitnya dengan mudah. Setelah terkupas, Anda bisa mengumpulkan inti biji yang ada di dalamnya. Pukul setiap biji terkumpul hingga bentuknya menjadi gepeng. Setelah itu Anda bisa merendamnya dalam kurun waktu 3 mingguan.

Tahapan Budidaya Pohon ArenTahapan-Budidaya-Pohon-Aren

Manfaat pohon aren yang begitu banyak, membuat sebagian besar masyarakat Indonesia ingin membudidayakannya. Untuk bisa membudidayakan pohon ini, ada beberapa tahapannya. Namun sebelum mempelajari tahapannya, Anda perlu tahu syarat pertumbuhan pohon aren secara umum.

Pohon enau ini dapar tumbuh dengan baik dalam iklim sedang sampai iklim basah. Ketinggian tanah yang dibutuhkan adalah berkisar 1400 mdpl. Namun, jika kebutuhan penanaman Anda adalah untuk budidaya, Anda tidak perlu menyediakan lahan ketinggia 1400 mdpl. Anda cukup menggunakan lahan berketinggian 500 sampai 700 mdpl. Curah hujan yang dibutuhkan adalah berkisar 1200 mm tiap tahun.

Setelah tahu syarat pertumbuhannya, maka berikut di bawah ini beberapa tahapan budidaya aren yang bisa Anda catat dengan baik :

1. Pembibitan

Sama halnya dengan proses pembibitan pohon lain, bibit aren yang akan Anda budidayakan harus dipilih dengan baik. Ciri khas bibit yang baik ini adalah memiliki warna hitam kecoklatan, berukuran besar, dan permukaannya halus tidak keriput. Bibit yang baik ini bisa Anda peroleh dari buah aren yang matang dari pohon yang sehat.

Pohon aren dapat dikatakan sehat apabila kulit buahnya bertekstur halus. Untuk melakukan pemilihan bibit, Anda bisa mengumpulkan dahulu buah aren yang berukuran sekitar 4 cm dengan warna kuning kecoklatan dan daging yang bertekstur lunak.

Langkah selanjutnya, Anda bisa membelah buah aren tersebut dan mengumpulkan bijin-bijinya. Dari biji-biji tersebut Anda bisa melakukan seleksi bibit yang unggul dengan ciri seperti yang  telah dijelaskan sebelumnya.

2. Penyemaian dan pemeliharaannya

Setelah bibit unggul telah Anda peroleh, maka tahapan selanjutnya adalah penyemaian. Penyemaian bibit bisa dilakukan dengan merendamnya dalam larutan HCl yang memiliki  konsentrasi hingga 95%. Perendaman dilakukan selama kurang lebih 25 menit. Setelah direndam dengan HCl, Anda perlu merendamnya kembali ke dalam air bersuhu 50 derajat celcius selama 3 menit.

Untuk melakukan penyemaian ini, Anda juga bisa menggunakan media semai dari polybag yang sudah terisi dengan pasir bercampur tanah dan kompos. Perbandingan tanah, pasir, dan komposnya adalah 1:1:3. Proses penyemaian bibit ini nanti bertujuan untuk mendapatkan bibit berukuran 40 cm.

Namun untuk memperoleh hasil terbaiknya memang dibutuhkan waktu yang cukup lama. Bahkan, dibutuhkan waktu hingga 1,5 tahun untuk mendapatkan bibit 40 cm yang baik tersebut. Selama masa penyemaian, Anda perlu melakukan penyiraman rutin yang dilakukan tiap pagi dan sore hari.

3. Penanaman bibit

Proses selanjutnya adalah penanaman bibit. Metode yang bisa dilakukan ada 2 jenis. Monokultur dan tumpang sari. Untuk mempersiapkan lahannya, Anda perlu menggemburkan tanah dan membersihkannya dari tanaman pengganggu. Kemudian gali dan buat lubang tanah. Anda bisa memakai ukuran sekitar 30 x 30 x 30 cm.

Masukkan pupuk kandang, TSP dan urea ke dalam lubang tanah tersebut. Biarkan campuran dalam lahan selama 5 hari. Selanjutnya, lepaskan bibit yang telah disemai dalam polybag, secara pelan dan hati-hati, agar akar tetap dalam keadaan baik. Setelah itu lakukan penanaman pada media lahan yang telah siap ditanami.

Dalam proses budidaya pohon aren ini, memang dibutuhkan waktu yang cukup lama. Selama masa budidaya tersebut juga tidak menutup kemungkinan pohon akan diganggu oleh hama dan gangguan lainnya. Karenanya, Anda bisa mengaturnya dengan pemberian pupuk dan penumpasan hama yang sesuai untuk pohon ini.

Leave a Comment