Metagenesis Tumbuhan Paku : Proses, Manfaat, Ciri dan Jenisnya

Metagenesis merupakan bagian penting dari tumbuhan paku untuk berkembang biak. Dalam proses metagenesis tumbuhan paku biasanya berlangsung melalui 2 generasi. Selain itu, tumbuhan paku juga termasuk tumbuhan dengan sistem pembuluh darah sejati (Tracheopyta).

Tanaman paku (Pteridophyta) biasanya hidup dan tumbuh di lingkungan yang lembab dan proses perkembangbiakannya hampir sama dengan tumbuhan lumut. Anda bisa mempelajarinya lebih detail melalui artikel ini.

Proses Metagenesis Tanaman Paku

Proses Metagenesis Tanaman Paku
image source : learniseasy.com

Dalam proses metagenesis tanaman paku biasanya diawali dalam bentuk spora, kemudian disusul dengan proses lanjutan lainnya. Agar lebih mudah mempelajari alurnya, simak penjelasan berikut ini:

  1. Saat proses metagenesis pada tanaman paku ini bermula dari bentuk spora, lalu spora ini akan membentuk protalus atau protalium (gametofit dalam jumlah yang cukup banyak).
  2. Pada tahap berikutnya gametofit akan terbagi menjadi 2 bagian, yaitu arkegonium yang akan berubah menjadi sel telur dan anteridium yang nantinya akan berubah menjadi spermatozoid.
  3. Setelah itu, spermatozoid dan sel telur tanaman paku akan membentuk zigot dalam jumlah yang cukup banyak dalam sekali waktu.
  4. Kemudian zigot akan berubah menjadi sporofit yang nantinya akan membentuk sporangium.
  5. Tahapan yang terakhir merupakan tahap spora, yaitu dimana proses metagenesis tumbuhan paku akan berulang menjadi spora.

Pada umumnya metagenesis tanaman paku dan lumut bisa dikatakan hampir sama, namun untuk metagenesis tanaman paku ini agak berbeda. Metagenesis tanaman paku ini dibagi menjadi 2 jenis, yaitu metagenesis tanaman paku homospora dan heterospora.

Baca Juga : Tumbuhan Angiospermae : Pengertian, Ciri, Klasifikasi, dan Reproduksi

1.     Metagenesis Tanaman Paku Homospora

Proses metagenesis tanaman paku yang pertama yaitu metagenesis homospora. Untuk tahapan metagenesis homospora ini yaitu sebagai berikut:

  • Tanaman paku yang sudah dewasa biasanya akan menghasilkan sporangium dengan kromosom diploid 2 (n) dalam proses perkembangbiakannya.
  • Setelah itu, tanaman paku akan mengalami proses meiosis, yaitu sporangium akan membentuk sebuah spora disertai kromosom haploid (n).
  • Spora tanaman paku ini memiliki sel tunggal dan akan bergerminasi yang nantinya menghasilkan organ multiseluler, yaitu protalus. Protalus atau protalium ini merupakan organisme yang menghasilkan gamet.
  • Protalium pada tanaman paku memiliki 2 jenis gamet yang berbeda. Hal ini dikarenakan gamet diproduksi oleh 2 organ seks yang berbeda, yaitu spermatozoid yang dihasilkan oleh anteridium dan sel telur dari arkegonium.
  • Gamet-gamet ini merupakan hasil dari proses pembelahan protalium melalui mitosis. Sel telur ini tetap berada di arkegonium dan memiliki sifat sesill. Sedangkan spermatozoid ini bersifat motil, sehingga mampu bergerak.
  • Setelah itu, tanaman paku akan membentuk zigot melalui fase sporofit dengan kromosom diploid (2n). Zigot ini merupakan hasil dari bertemunya gamet spermatozoid dan sel telur yang telah bertemu sebelumnya.
  • Zigot tersebut akan terus berkembang dan tumbuh menjadi tumbuhan paku dewasa. Setelah itu, tanaman paku akan mengulang semua proses tersebut yaitu metagenesis mulai dari awal.

2.     Metagenesis Tanaman Paku Heterospora

Kemudian metagenesis tanaman berikutnya adalah metagenesis heterospora. Dalam proses metagenesis ini cukup berbeda dengan homospora, untuk lebih jelasnya simak penjelasan berikut:

  • Untuk metagenesis tumbuhan paku heterospora ini memiliki 2 jenis protalium dan spora.
  • Jenis protalium yang pertama berasal dari mikrospora. Setelah itu mikrospora akan menghasilkan mikroprotalium yang nantinya akan membentuk spermatozoid.
  • Kemudian pada spora lainnya yaitu makrospora, nantinya makrospora akan menghasilkan makroprotalium dan membentuk sel telur atau ovum.
  • Setelah sel telur dan spermatozoid terbentuk dan bertemu menjadi satu, maka akan berubah menjadi bentuk baru, yakni
  • Zigot kemudian tumbuh secara perlahan menjadi tanaman paku

Manfaat dari Tumbuhan Paku

Tanaman paku yang unik ini ternyata memiliki beberapa manfaat dalam kehidupan sehari-hari. Beberapa manfaat yang dimaksud yaitu:

  1. Bisa dijadikan sebagai tanaman hias
  2. Bermanfaat sebagai tanaman obat, diantaranya untuk mengobati luka dan diuretik.
  3. Bisa dijadikan sebagai bahan makanan atau sayuran.
  4. Tanaman paku dapat bermanfaat sebagai pupuk organik.
  5. Sebagai bahan bangunan dalam pembuatan tiang bangunan.
  6. Memiliki manfaat sebagai bahan penggosok yaitu dalam pembuatan ampelas.

Ciri-ciri Tanaman Paku

Setiap tumbuhan tentunya memiliki ciri-ciri atau karakteristik tersendiri, terutama tanaman paku ini. Berikut beberapa ciri-ciri tanaman paku yang harus Anda ketahui.

  1. Tanaman paku memiliki pembuluh angkut di bagian akar, daun, dan batang.
  2. Secara umum tanaman ini dikenal sebagai tanaman yang hanya berbentuk daun yang tumbuh dan memiliki rambut halus.
  3. Tanaman paku menggunakan spora dalam berkembang biak dan tidak menghasilkan buah ataupun bunga.
  4. Tanaman ini mampu bereproduksi secara vegetatif, yaitu dengan membentuk gemmae dan generatif dengan melakukan peleburan gamet spermatozoid dan gamet sel telur.
  5. Tumbuhan paku memiliki bentuk seperti pohon yang tidak bercabang, epifit, tumbuhan merambat, hidrofit dan juga berupa terna dengan rizoma yang menjalar di permukaan tanah.
  6. Pada umumnya tumbuhan paku hidup dan tumbuh di lingkungan tropis dan lembab.

Jenis Tanaman Paku

Dalam perkembangbiakannya, tanaman paku ini memiliki beberapa jenis yang berbeda dan sangat beragam. Terutama dari segi bentuk fisiknya, setiap jenis tanaman paku memiliki ciri-ciri yang berbeda.

1.     Paku Sejati (Pterophyta)

Jenis tanaman paku yang pertama yaitu tanaman paku sejati atau disebut Pterophyta. Tanaman jenis ini memiliki ciri-ciri daun yang besar, memiliki tangkai dan dibagian bawahnya memiliki sporangium. Umumnya tanaman paku sejati ini hidup di tempat yang lembab.

2.     Paku Sarang Burung (Aspleniu Nidus L)

Kemudian ada lagi jenis tanaman paku sarang burung atau Aspleniu Nidus. Tumbuhan paku ini memiliki ciri-ciri daun yang runcing dan pada tepi daunnya memiliki bentuk berombak. Untuk proses metagenesis tumbuhan paku jenis ini sama dengan tanaman paku lainnya.

3.     Paku Pedang (Nephrolepis Cordifolia)

Selanjutnya ada tanaman paku pedang dengan nama latin Nephrolepis Cordifolia. Tanaman paku ini memiliki batang yang bercabang dan daunnya seperti memiliki urat. Bahkan beberapa tanaman paku pedang ada yang tidak memiliki daun.

4.     Paku Kawat/Paku Rambut (Lycopodiophyta)

Tanaman paku jenis rambut atau kawat (Lycopodiophyta) memiliki ciri-ciri daun yang kecil, tidak memiliki tangkai, batang tanaman ini seperti kawat dan akarnya bercabang. Untuk jenis paku kawat, sporangiumnya berada di ketiak daun dan membentuk seperti kerucut.

5.     Paku Telanjang (Psilophyta)

Selanjutnya tanaman paku telanjang atau Psilophyta, tanaman ini memiliki cabang yang menyerupai garpu. Kemudian untuk sporangiumnya berada di setiap ujung daunnya.

6.     Paku Ekor Kuda (Equisetophyta)

Jenis tanaman paku ekor kuda atau Equisetophyta merupakan jenis tanaman paku yang banyak bisa ditemukan di dataran tinggi. Ciri-ciri tanaman paku ekor kuda yaitu memiliki daun kecil dan berbentuk melingkar seperti sisik.

Tanaman paku merupakan tanaman yang memiliki bentuk unik dan memiliki manfaat yang sangat beragam. Mulai dimanfaatkan sebagai tanaman hias sampai berfungsi sebagai tanaman obat, tentu hal ini sangat bermanfaat dalam kehidupan sehari-hari.

Selain itu, perlu diingat bahwa tanaman paku berkembang biak menggunakan spora dengan proses metagenesis. Dalam proses metagenesis tanaman paku masih dibagi menjadi 2 jenis, yaitu metagenesis tumbuhan paku homospora dan heterospora.

Leave a Comment